Bupati Takalar: Kepala Desa Harus Kreatif Demi Kebutuhan Nafkah Masyarakat

Bupati Takalar Syamsari Kitta. (Dok).jpg
Bupati Takalar Syamsari Kitta. (Dok).jpg

MANIFESTO, TAKALAR– Pelayanan didesa, harus lebih diperbaiki untuk memuaskan masyarat, kebutuhan masyarakat jangan sampai tertunda-tunda, kalu boleh selesai lima menit, kenapa harus tertunda sampai sepuluh menit, apalagi tertunda sampai satu hari, kesimpulannya bupati tidak mau mendengar keluhan masyarakat akibat buruknya pelayanan di desa serta disemua tempat pelayanan.

Demikia sambutan bupati takalar, H.Syamsari S.Pt, MM saat menyerahkan bantuan alat pertanian dan bantuan UMKM dilapangan futsal desa Pannyangkalang kecamatan mangarabombang senin 4/4/2022.

Bacaan Lainnya

Bantuan tersebut berupa 42 unit alat tanam jagung, 23 unit alat semprot hama dan bantuan UMKM berupa gerobak bakso sebanyak 8 unit adalah sebagai bentuk kepedulian pemerintah daerah untuk mendorong produktivitas warga, baik oleh pelaku UMKM desa maupun para petani.

Dikatakan bahwa bantuan tersebut jangan sampai tidak dipelihara dengan baik, kalau perlu masyarakat desa pannyangkalang menjadi contoh perihal perawatan bantuan dari penerima bantuan lainnya.
Agar produksi petani bisa lebih besar lagi, bupati mendorong kepala desa untuk mengadakan alat tanam roda empat dan alat panen seperti combine harvester.

Untuk pengadaan alat panen seperti combine harvester, kata bupati, kepala desa bisa bekerjasama dengan bumdes sehingga begitu waktu panen tidak perlu lagi menunggu alat dari luar daerah.
Kalau hal ini dilakukan secara otomatis akan menambah pemasukan atau pendapatan desa.

Kepala desa kata bupati, harus lebih kreatif demi kebutuhan nafkah masyarakat, semisal mengadakan traktor roda empat yang bisa membuat waktu pengolahan lahan pertanian lebih cepat sehingga bisa beberapa kali tanam dalam setahun.

Oleh karena di desa Pannyangkalang, sawah milik masyarakat rata-rata tadah hujan sehingga kepala desa juga perlu memperbanyak sumur yang bisa dipompa untuk mengairi sawah agar usaha pertanian bisa sampai tiga kali setahun, dua kali padi, satu kalu palawija sehingga tidak ada masyarakat yang kesulitan kebutuhan nafkah sehari-hari, karena masyarakat yang tidak punya sawah, bisa bekerja kepada masyarakat yang punya sawah lebih, kata H.Syamsari

Editor: Azhar

Pos terkait