Demi Keselamatan, Bupati Takalar Minta Nelayan Tak Melaut saat Cuaca Ekstrim

Bupati Takalar Syamsari Kitta bersyukur Takalar bisa melewati target vaksinasi di atas 70 persen, Senin 27 Desember 2021. (Dok)
Bupati Takalar Syamsari Kitta bersyukur Takalar bisa melewati target vaksinasi di atas 70 persen, Senin 27 Desember 2021. (Dok)

MANIFESTO, TAKALAR– Cuaca ekstrem yang terjadi selama dua hari terakhir berdampak buruk pada mata pencaharian nelayan sepanjang pesisir pantai di Takalar.

Badan Meterologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) melalui rilis resminya memberi peringatan dini gelombang tinggi, hujan deras disertai angin kencang khususnya bagian pesisir.

Bacaan Lainnya

Gelombang dengan ketinggian 1,25- 2,5 meter diperkirakan terjadi di perairan Spermonde Makassar, Perairan Kepualauan Selayar, dan Laut Flores. Sedangkan gelombang dengan ketinggian 2,5-4,0 meter terjadi di Selat Makassar bagian selatan, perairan Pare-Pare, Perairan spermonde Pangkep dan Teluk Bone.

Kondisi ini diperkirakan akan berlangsung 20-23 Februari.

Menyikapi hal tersebut, Bupati Takalar Syamsari meminta agar nelayan yang melaut pada cuaca esktrim seperti sekarang berhati-hati.

“Peralatan keselamatan harus diutamakan dipakai kalau keluar mencari ikan. Jika cuacanya tidak memungkinkan untuk melaut, lebih baik tunda dulu. Nanti setelah agak tenang baru keluar,” kata Syamsari, Selasa (22/2/2022).

Selain itu, Syamsari juga mengimbau masyarakat untuk tidak bepergian jika tidak mendesak. Mengingat banjir baru saja merendamtiga kecamatan di wilayah Takalar.

Angin kencang dan pohon tumbang kata Syamsari, juga menjadi ancaman bagi warga ketika berkendara.

“Harus hati-hati jika keluar, jika tidak mendesak kepentingannya seperti berangkat bekerja, atau keadaan darurat lebih baik di rumah saja dulu. Pemerintah saat ini sedang berupaya untuk melakukan penanganan bencana. Mohon dukungan dan doa kita semua agar cuaca ekstrem ini segera berhenti,” pungkas Syamsari.

Editor: Azhar

Pos terkait