Di Luar Dugaan! Ini Sederet Keluhan Pasien Covid yang Isolasi di KM Umsini

KM Umsini mulai digunakan untuk isolasi apung di Makassar. (Int)
KM Umsini mulai digunakan untuk isolasi apung di Makassar. (Int)
judul gambar

MANIFESTO, MAKASSAR – Salah satu pasien Covid-19 yang mengaku tengah menjalani program Isolasi Apung Terpadu dari Pemkot Makassar curhat soal kondisi KM Umsini yang menjadi tempat isolasi pasien Covid-19.

Curhatannya itu diunggah oleh salah akun media sosial di Makassar. Pasien yang tak diketahui identitasnya itu mengeluhkan ruangan isolasi atau kamar isolasi yang katanya tidak layak ditempati bagi pasien Covid-19.

Bacaan Lainnya

“Saya salah satu pasien Covid di kapal Pelni. Saya ingin melaporkan keluhan dan mewakili pasen di sini. Kamar yang kami tempati sama sekali tak layak huni untuk pasien,” katanya di @info_kejadian_makassar, Kamis, 5 Agustus 2021.

“Karena airnya merembes dan basah sekali jadi nda bisa dipakai untuk sholat dan jorok sekali banyak banyak kecoa,” lanjutnya.

Namun diakuinya untuk makanan pasien Covid-19 sudah baik. Hanya saja tempatnya yang sangat memprihatinkan untuk penyembuhan pasien Covid-19.

“Untuk makannya alhamdulillah sudah bagus tapi tempatnya betulan sangat memprihatinkan untuk penyembuhan kami,” ungkapnya.

Sebelumnya Wali Kota Makassar Moh Ramhdan Pomanto juga mendapat laporan soal fasilitas kapal Pelni yang bermasalah. Mulai dari kamar mandi yang airnya sempat tidak mengalir hingga fasilitas WiFi.

“Pertama ini menyangkut basis kehidupan orang, seperti air, toilet dan ada kecoa. Nah ini kan sebenarnya bukan urusan kita, karena itu sudah masuk dalam perjanjian dengan Pelni bagian dalam kontrak kami,” ujar Danny saat ditemui di rumahnya dikutip dari Detik, Rabu, 4 Agustus 2021.

Masalah lainnya lagi, dia mengatakan koneksi Wi-Fi tak maksimal sehingga beberapa program imunitas bagi pasien Covid-19 tak berjalan.

“Kedua soal Wi-Fi ini juga termasuk dengan audio di atas, kita kan mau senam-senam, bagaimana mau senam-senam kalau tidak ada sound system-nya, makanya tadi saya perintahkan bawa mi televisi, bawa mi sound system, saya sudah bilang dari awal,” katanya.

Dia mengatakan persoalan Wi-Fi akan diselesaikan hari ini sehingga kapal pasien Covid-19 bisa diuji coba dalam waktu dekat.

“Juga dikatakan bahwa Wi-Fi bisa dipakai, tapi ternyata Wi-Fi-nya lemah, saya dijanji oleh infokom hari ini selesai, kenapa kalau Wi-Fi tidak jalan, program tidak jalan, inikan program sudah dibikin sama orang, motivator apa semua, program-program yang menarik, yang udah siap, baru mau dicoba uji coba dulu,” tambahnya.

Danny menyebut, kapal isolasi apung itu akan dievaluasi dalam tiga hari setelah beroperasi. Ia menyebut hari ini masalah tersebut sudah dapat diselesaikan.

“Tapi insyaallah satu dua hari ini selesai, artinya memang saya menargetkan tiga hari evaluasi, inikan sudah masuk hari ketiga dan insyaallah evaluasi tadi ini sudah jalan. Ini tadi malam baru ketemuan 3 pasien, artinya harus betul-betul kita harus mencari ini barang,” ujarnya.

Diketahui program isolasi apung Pemkot Makassar bekerja sama dengan Kementerian Perhubungan dengan Pemkot Makassar, beserta PT Pelni. KM Umsini disewa per bulan senilai Rp1,5 miliar.

“1,5 m perbulan dengan kapasitas bed 804 tambah 64. Total semua,” kata Danny Pomanto seperti diberitakan sebelumnya.

Editor: Azhar

judul gambarjudul gambar

Pos terkait