MANIFESTO, MAKASSAR – Asisten I Pemkot Makassar M Sabri kembali harus berurusan dengan pihak kepolisian usai ditangkap menggelar pesta sabu di rumahnya, Jumat 23 April 2021 sekitar pukul 22.00 Wita.
Sabri ditangkap bersama tiga pejabat Pemerintah Kota Makassar. Empat pejabat tersebut kini diperiksa intensif oleh aparat kepolisian.
“Iya benar. Sementara baru 4 orang,” kata Kapolrestabes Makassar Kombes Witnu Urip Laksana, Sabtu 24 April 2021.
Sementara itu, Kabid Humas Polda Sulsel Kombes E Zulpan menerangkan keempat pejabat Pemkot Makassar itu ditangkap lantaran memakai dan membeli sabu. Empat pejabat tersebut adalah Asisten 1 Pemkot Makassar bernama Sabri dan tiga orang lainnya adalah para kabag.
“Satu asisten, Pak Sabri. Yang lain para kabag,” kata Zulpan kepada detikcom pada kesempatan berbeda.
Menurut Zulpan, Sabri dan seorang kabag ditangkap saat memakai sabu di rumahnya di Makassar pada Jumat (23/4) malam sekitar pukul 22.00 Wita. Lalu dua kabag lainnya ditangkap saat membeli sabu.
“Ditangkap di dua TKP, Sabri ditangkap lagi makai di rumahnya, yang satu lagi (saat) membeli sabu-sabu,” jelas Zulpan.
Zulpan belum menjelaskan apakah keempat pejabat yang diamankan bersepakat memakai sabu bersama-sama atau memakainya secara terpisah.
“Mereka mengenal karena satu kantor kan. Dua di rumah, dua di luar. Apakah janjian, kita tidak tahu, masih diperiksa,” jelas Zulpan.
Penangkapan ini menambah daftar rentetan kasus yang pernah menimpa Sabri. Sebelumnya, Kejaksaan Tinggi Sulselbar pernah menahan Asisten 1 Pemkot Makassar, M Sabri atas kasus dugaan korupsi sewa lahan negara di Kelurahan Buloa, Kecamatan Tallo, Makassar. Ia ditahan di Lapas Klas I Makassar pada Senin 10 Juli 2017 lalu.
Sabri juga pernah terlibat kekerasan terhadap wartawan Sulselsatu.com, Habib pada medio 2017 silam. Kekerasan yang dilakukan terhadap wartawan media online itu mengakibatkan handphone korban rusak. Sabri juga pernah viral lewat vodeo yang “memukul” tangan seorang pegawai di lingkup Pemkot Makassar pada medio 2019 silam.
Editor: Azhar



