Dituduh Langgar Aturan, 10 WNI Jemaah Tabligh Ditahan di India

Sejumlah anggota Jamaah Tabligh asal Indonesia hadir di pengadilan India sepekan setelah ditangkap di Mumbai, pada 28 April 2020.

“Kemudian pada Maret, mereka mengunjungi sejumlah tempat di kota ini, dan kami harus mengambil tindakan setelah melakukan penelusuran,” kata seorang perwira senior di Kepolisian Bandra.

Dari hasil interogasi, 12 WNI tersebut diketahui datang ke Mumbai pada 7 Maret dan menginap di sebuah apartemen di Bandra. Usai menghadiri pertemuan di New Delhi, ribuan anggota Jamaah Tablig, termasuk dari Indonesia, dilaporkan bepergian ke sejumlah wilayah di India sepanjang Maret.

Bacaan Lainnya

Sejumlah anggota Jamaah Tablig dari berbagai negara dan juga penduduk setempat yang bepergian tersebut diperiksa dan beberapa dilaporkan positif virus corona. Diduga hal itu menjadi salah satu faktor yang membuat kasus virus corona menyebar ke sejumlah negara bagian di India.

Kepolisian Mumbai menahan 10 WNI tersebut pada 23 April. Mereka akan dikurung hingga 28 April untuk kepentingan penyidikan.

Kesepuluh WNI tersebut dijerat dengan tiga delik dalam Kitab Undang-Undang Hukum Pidana India. Yakni Pasal 269, yakni perbuatan lalai yang bisa menyebarkan penyakit menular dan membahayakan kehidupan, Pasal 270 yaitu perbuatan berbahaya yang bisa menyebarkan infeksi penyakit menular, dan Pasal 188 yakni tidak mematuhi aturan yang disampaikan pejabat publik.

Pos terkait