Dua RS Baru Beroperasi, Ini Harapan Bupati Takalar

  • Whatsapp
Bupati Takalar Syamsari Kitta menyerahkan SK kepada dua pimpinan RS baru yang akan mulai beroperasi, Senin 22 Juni 2020. (Ist)
Bupati Takalar Syamsari Kitta menyerahkan SK kepada dua pimpinan RS baru yang akan mulai beroperasi, Senin 22 Juni 2020. (Ist)

MANIFESTO, TAKALAR- Dua rumah sakit baru akhirnya beroperasi di Takalar, Senin 22 Juni 2020.  Kedua RS yakni, RS Ibu dan Anak (RSIA) di Bontolebang, Galesong Utara dan RS Pratama Tipe D di Palleko, kecamatan Polongbangkeng Utara.

Kedua RS baru yang mulai beroperasi itu akan menunjang pelayanan kesehatan yang selama ini terpusat di RSUD Haji Padjonga Daeng Ngalle (HPDN) Takalar.  Apalagi, keberadaan kedua RS itu berada di perbatasan Makassar dan Gowa sehingga semakin mendekatkan pelayanan kesehatan kepada masyarakat.   

Bacaan Lainnya

Bupati Takalar Syamsari Kitta pun menunjuk drg Ihyana Malik sebagai Direktur RS Pratama Palleko, Polongbangkeng Utara. Selama ini, drg Ihyana bertugas sebagai dokter gigi ahli madya pada RSUD HPDN Takalar. Sementara, dr  dr. Wayabulani ditunjuk sebagai Direktur RSIA Bontolebang, Galesong Utara.

Pengangkatan kedua direktur RS itu tertuang dalam SK Bupati Takalar bernomor 821/165/BKPSDM-MTS/VI/2020 tentang pengangkatan PNS sebagai Direktur Rumah Sakit Lingkup Pemerintah Kabupaten Takalar.

“Keberadaan kedua RS ini akan semakin mendekatkan pelayanan kesehatan kepada masyarakat, saya kira harapan kita untuk memenuhi kebutuhan dasar masyarakat,” kata Bupati Takalar saat menyerahkan SK pengangkatan kedua direktur RS itu di kantor Bupati Takalar, Senin 22 Juni 2020.   

Syamsari mengatakan, tujuan utama RS ini untuk merealisasikan misi pemerintah Kabupaten Takalar yakni memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat. Dengan keberadaan kedua RS itu maka pelayanan kesehatan akan semakin baik dan berkualitas.

” Kita berupaya memberikan pelayanan yang baik kepada masyarakat ditambah dengan jaminan kesehatan yang telah kita lakukan, tinggal kerja yang baik antara aparat di desa berkolaborasi dengan dinas sosial dan kesehatan untuk memperjelas data-data dari penerima BPJS,” sambung Bupati murah senyum itu.

Dalam masa pandemi seperti saat ini, Syamsari berharap, agar keberadaan kedua RS itu akan bisa menampung dan melayani pasien Covid 19. Dengan demikian, kedua RS itu akan bisa menjadi alternatif, selain RSUD HPDN Takalar yang menjadi pusat pelayanan kesehatan.

“Dalam kondisi covid sekarang, untuk mengurai kemungkinan penyebaran Covid 19 yang massif. Sehingga kita bisa pusatkan semua penyakit yang menular itu di RSUD Padjonga Dg. Ngalle, dan penyakit ringan di RS Tipe D yang kita siapkan,” terang mantan anggota DPRD Sulsel itu.

Rencananya RS khusus ibu dan anak tersebut akan diberi nama Zaenab. Terinspirasi pada salah satu anak Rasulullah yang bernama Zaenab dengan harapan para perawat yang bertugas di situ akan mengikuti keteladanan yang dipersembahkan oleh anak dan ibu Rasulullah SAW. Dan Untuk RS Tipe D ini rencananya akan diberi nama RS Tipe D Pratama Polongbangkeng Utara Takalar.

Editor: Azhar