Elektabilitas Golkar Stabil Versi Poltracking, IAS: Efek Kepemimpin Bahlil yang Lugas dan Merakyat

Ketua DPD I Golkar Ilham Arief Sirajuddin (IAS) disambut meriah saat berkunjung ke Takalar beberapa waktu lalu. (Ist)

MAKASSAR- Kombinasi kepemimpinan komunikatif Ketua Umum Bahlil Lahadalia dan soliditas mesin partai dinilai menjadi strategi tepat Partai Golkar dalam merespons pergeseran demografi pemilih nasional, khususnya kelompok pemilih muda.

Berdasarkan data Pemilih Berkelanjutan dari Komisi Pemilihan Umum (KPU), lanskap pemilih Indonesia saat ini didominasi oleh Generasi Milenial (sekitar 32,1%) dan Generasi Z (24,5%). Jika digabungkan, kedua kelompok pemilih muda ini menguasai lebih dari 56 persen total daftar pemilih nasional.

Ketua DPD I Partai Golkar Sulawesi Selatan, Ilham Arief Sirajuddin (IAS), mengungkapkan bahwa gaya kepemimpinan Bahlil yang santai, cair, dan populis sangat relevan dengan karakteristik mayoritas demografi tersebut.

“Gaya Pak Ketum Bahlil yang lugas, fleksibel, dan merakyat ini sangat efektif mencairkan kesan formalis yang selama ini melekat pada birokrasi politik. Pendekatan beliau yang santai namun menukik pada persoalan riil membuat komunikasi politik Golkar jauh lebih kontekstual dan mudah diterima oleh Gen Z serta Milenial yang cenderung rasional dan antipati terhadap politik kaku,” ujar IAS kepada wartawan di Makassar, Rabu, 23 September 2026.

Kendati demikian, IAS menegaskan bahwa penetrasi figur Bahlil di panggung nasional tetap ditopang oleh kekuatan utama Golkar, yaitu pelembagaan organisasi yang matang di semua tingkatan.

“Kekuatan utama Golkar ada pada struktur organisasi yang mengakar solid dari pusat, provinsi, kabupaten/kota, hingga tingkat desa dan kelurahan. Ketika pendekatan kepemimpinan Pak Bahlil yang populis dipadukan dengan konsolidasi mesin partai dan jaringan caleg di daerah, kita tidak hanya berhasil menjangkau pemilih muda, tetapi juga mempertahankan basis pemilih tradisional seperti Generasi X dan Baby Boomer,” jelasnya.

Baru-baru ini, Poltracking Indonesia merilis survei elektabilitas partai politik nasional. Peneliti Poltracking Indonesia, Yoki Alvetro menyebut tren elektabilitas partai politik, Gerindra. PDI-P, dan PKB cenderung mengalami sedikit penurunan.

Sementara dua parpol; Golkar dan Demokrat cenderung stabil.

Bacaan Lainnya

Hasil survei menunjukkan bahwa tren elektabilitas Partai Golkar berada di angka 9,5 persen (Oktober 2025), lalu turun di angka 9,0 persen (Maret 2026), sedikit naik 9,2 persen (Mei 2026), kemudian naik lagi 11,4 persen (Juli 2026), dan turun di angka 10,4 persen (Agustus 2026).

Sementara itu, tren Partai Demokrat berada di angka 5,4 persen (Oktober 2025), lalu naik di angka 5,6 persen (Maret 2026), sedikit naik 6,1 persen (Mei 2026), kemudian naik lagi 6,9 persen (Juli 2026), dan turun di angka 6,1 persen (Agustus 2026).

IAS optimistis, adaptasi komunikasi politik yang inklusif didukung keunggulan infrastruktur partai yang terstruktur akan terus menjaga stabilitas elektoral Golkar secara berkesinambungan menatap agenda-agenda politik mendatang.

Editor: Azhar

Pos terkait