MANIFESTO.com, JAKARTA– Sinyal Partai Demokrat untuk segera keluar dari koalisi partai pengusung Prabowo-Sandi kian terlihat jelas. Kali ini, politikus Gerindra dan Demokrat terlibat dalam perang Twitter yang pada akhirnya berujung soal jatah kursi menteri bagi Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) di Kabinet Jokowi.
Perang Twitter dimulai dari kicauan Wasekjen Partai Demokrat Andi Arief terkait kinerja Demokrat yang seakan tak dihargai paslon Prabowo-Sandi. Andi awalnya menyinggung soal cerita lama bahwa Demokrat sebenarnya sudah mengingatkan Prabowo agar tak memilih Sandiaga Uno sebagai cawapres.
“Partai Demokrat, SBY dan AHY ditinggal oleh deklarasi 02 hanya karena bilang jika Pak Prabowo berpasangan dengan Sandi Uno tidak memiliki peluang menang berdasar survei, dan menyarankan Pak Prabowo mencari cawapres lain agar kesempatan menang ada,” kata Andi kepada kumparan, Jumat (7/6).
“Berdasarkan survei saat itu, Sandi Uno teridentifikasi politik SARA, sehingga sulit menang di Jateng dan Jatim yang pemilihnya besar. Pak Prabowo keras kepala dan meninggalkan Demokrat. Kini terbukti,” jelasnya.
Dia juga mempersilakan jika pada akhirnya Demokrat keluar dari koalisi dan bergabung dengan Koalisi Jokowi-Ma’ruf. Terlebih jika AHY berkeinginan menjadi menteri di kabinet pemerintahan ke depan.
“Udah lah bang @AndiArief__ enggak usah Caper ngurusin 02 melulu. Kalo Demokrat mau gabung ke 01 atau pun @AgusYudhoyono mau jadi Menteri nya pak @jokowi. Sikahkan monggo. Kami enggak ada urusan mau menyampuri atau pun mau menyalahkan @AgusYudhoyono. Please deh jgn Caper melulu,” cuit Andre dalam akun twitternya @andre_rosiade.
Andi pun lantas membalasnya kembali. Dia menyinggung akun-akun yang kerap menyerang pihaknya. Baginya, lebih baik ada debat terbuka antar kedua belah pihak.
Hingga kini memang belum ada pernyataan resmi dari Demokrat untuk keluar dari koalisi Prabowo-Sandi. Namun, sejak beberapa waktu lalu, elite Demokrat seperti Ketua Kogasma Agus Harimurti Yudhoyono hingga Ketua Fraksi Demokrat Edhie Baskoro Yudhoyono kerap melakukan penjajakan dengan pendukung paslon 01 Jokowi-Ma’ruf.
Sumber: Kumparan


