Golkar Tinggalkan Danny Pomanto di Pilwali Makassar

  • Whatsapp
Ketua Golkar Makasar Farouk M Betta bersama Ketua Golkar Sulsel Nurdn Halid. (Int)
Ketua Golkar Makasar Farouk M Betta bersama Ketua Golkar Sulsel Nurdn Halid. (Int)

MANIFESTO, MAKASSAR – Partai Golkar bereaksi keras dengan sikap mantan Walikota Makassar Moh Ramdhan Pomanto yang memilih Fatmawati Rusdi Masse sebagai pasangannya di Pilwali Makassar.

Padahal sebelumnya, Danny telah berkomitmen akan berpasangan dengan kader Golkar, Zunnun Nurdn Halid. Namun, sebagai kader Nasdem, Danny mengikuti arahan partainya untuk berpasangan dengan istri Rusdi Masse, istri Ketua DPW Nasdem Sulsel yang juga Ketua DPP Nasdem.   

Bacaan Lainnya

Golkar pun memberikan isyarat akan meninggalkan Danny yang telah “mengkhianati” komitmen. Partai Beringin itu pun bulat memenangkan Pilwali Makassar tanpa bersama Danny Pomanto. Untuk itu, dalam waktu dekat Parta Golkar akan segera menggelar rapat pleno untuk membatalkan surat tugas kepada Danny Pomanto.      

“Dalam waktu dekat kita akan segera rapat untuk membatalkan rekomendasi usungan kepada saudara Danny Pomanto, tanpa DP kita akan memenangkan Pilwali Makassar,” kata Ketua Golkar Makassar Farouk M Betta, Kamis 25 Juni 2020.  

Hanya saja, Aru, sapaan akrab Farouk M Betta belum menentukan arah dukungan Golkar selanjutnya. Namun, pasca Danny memilih Fatmawati kata Aru, kebersamaan Golkar dengan Danny di Pilwali Makassar 2020 berakhir.   

“Nanti kita putuskan, intinya kita siap memenangkan Pilwali Makassar tanpa DP,” terang mantan Ketua Golkar Makassar itu.   

Sebelumnya, Aru menegaskan, tidak mempermasalahkan dengan siapa Danny berpasangan. Hanya saja, Danny mesti menjaga etika dalam berpolitik. Apalagi sebelumnya, Danny menawarkan diri ingin menggandeng kader Golkar sebagai pasangan.

“Tidak ada masalah Pak Danny berpasangan dengan siapa, kita hargai itu. Tapi dalam politik harusnya etika politik dijaga, apalagi Pak Danny yang menawarkan diri ingin berpaket dengan kader Golkar,” tegas Farouk M Betta kepada wartawan, Rabu 24 Juni 2020.

Aru, sapaan Farouk mengatakan, keinginan Danny menggandeng kader Golkar bahkan disampaikannya saat deklarasi di Celebes Convention Centre medio Maret silam. Jika benar Danny telah berkomitmen dengan kanddat lain, maka Aru menegaskan, sikap ini semakin menguatkan opini selama ini bahwa Danny memang bukan pemimpin yang bisa dipegang komitmen dan sikapnya.   

“Tidak masalah, tapi ini semakin menguatkan opini jika Pak Danny bukan orang yang komitmen, komitmenya tidak bisa kita pegang. Hari ini bisa membangun komitmen, besok lain lagi,” terang mantan Ketua DPRD Makassar itu.   

Editor: Azhar