Hari Pertama PPKM Mikro di Gowa, Banyak Restoran dan Cafe Melanggar Aturan

Bupati Gowa Adnan Purichta Ichsan Yasin Limpo. (Int)
Bupati Gowa Adnan Purichta Ichsan Yasin Limpo. (Int)
judul gambar

MANIFESTO, GOWA – Petugas gabungan saat operasi yustisi masih menemukan banyak rumah makan dan café yang melayani pengunjung di atas pukul 19.00 WITA di hari pertama Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Mikro di Kabupaten Gowa, Sabtu, 10 Juli 2021.

Operasi yustisi PPKM Mikro dipimpin Pj Sekda Kabupaten Gowa, Kamsinah dan dari Kemenag Gowa yang tergabung dalam tim IV. Juga TNI Polri, Dinas Pemerintahan, Satpol PP serta Tim Kesehatan dengan menyasar restoran/rumah makan dan café.

Bacaan Lainnya

Kamsinah mengatakan, dalam pelaksanaan hari pertma PPKM Mikro masih banyak ditemukan restoran dan cafe yang masih buka serta masih banyak pengunjung yang tidak memperhatikan protokol kesehatan.

“Para pemilik rumah makan serta cafe tidak mengindahkan Surat Edaran Bapak Bupati Gowa. Di mana kebijakan yang diberikan yaitu hingga pukul 19.00 WITA. Namun kenyataannya masih ditemukan beberapa rumah makan dan cafe yang masih beroperasi hingga pukul 21.00 WITA,” ujar Kamsinah saat memantau pelaksanaan PPKM Mikro, Sabtu 10 Juli 2021 malam.

Kamsinah memberikan ultimatum kepada pemilik warung makan dan café yang masih melayani pengunjung melebih batas waktu yang ditetapkan dalam aturan PPKM Mikro. Ia menegaskan, jika ditemukan masih melanggar maka diberikan sanksi administrasi.

“Ultimatum kami berikan dan bila ditemukan pelanggaran yang sama akan diberikan sanksi administratif berupa penutupan tempat usaha,” tegasnya.

Diketahui PPKM Mikro di Kabupaten Gowa mulai berlaku, 10 sampai 20 Juli 2021 mendatang. Sejumlah aktvitas dibatasi. Mulai jam operasional usaha, sampai pembatasan di masjid.

Bupati Gowa, Adnan Purichta Ichsan mengatakan pembatasan dalam PPKM Mikro, seperti jam operasional mini market berjaringan hanya bisa buka hingga pukul 19.00 WITA.

Sementara untuk toko kelontong dan sejenisnya bisa buka hingga pukul 22.00 WITA. Begitupun dengan restoran atau rumah makan bisa buka di atas pukul 19.00 WITA, tetapi dengan catatan hanya dapat melayani pesan antar dan tidak boleh makan di tempat.

Sedangkan untuk tempat-tempat ibadah, masih tetap buka, hanya saja Bupati Adnan meminta agar kapasitasnya 25 – 50 persen saja dan tetap menerapkan protokol kesehatan yang ketat.

“Pembatasan itu dilakukan supaya interaksinya berkurang, supaya risiko penularan Covid-19 kita mampu meminimalisir sehingga tidak terjadi peningkatan kasus di rumah sakit dan tenaga kesehatan juga tidak kewalahan menangani saudara-saudara kita yang tertular Covid-19 itulah gunanya penting PPKM,” terangnya.

Olehnya, Ketua PMI Sulsel ini berharap semua pihak ikut terlibat dalam dan berkontribusi sehingga pelaksanaan PPKM Mikro ini bisa berjalan dengan baik dan Pandemi Covid-19 ini segera berakhir.

“Keberhasilan pelaksanaan PPKM Mikro ini karena kekompakan dan kebersamaan kita. Tidak mungkin hanya sepihak yang menjalankan PPKM ini berhasil, harus semua orang terlibat di dalamnya pelaksanaan PPKM,” harapnya.

“Masyarakat juga harus disiplin, masyarakat juga harus ikut mendukung sehingga pelaksanaan PKM ini bisa berjalan dengan baik,” tutup Adnan.

Editor: Azhar

judul gambarjudul gambar

Pos terkait