Ini Solusi Pemkab Takalar Pasca Penutupan Pasar Sementara

judul gambar

MANIFESTO, TAKALAR– Pemkab Takalar bakal segera menutup operasional pasar tradisional sementara menjelang puncak penyebaran virus corona atau Covid 19 Mei mendatang.

Aktivitas di pasar tradisional dianggap memiliki potensi besar untuk menyebarkan virus mematikan itu.

Bacaan Lainnya

Lantas apa solusi pemenuhan kebutuhan sehari- hari warga jika pasar tradisional ditutup?

Ternyata Pemkab Takalar telah menghadirkan online service- belanja dari rumah untuk memudahkan masyarakat Takalar berbelanja kebutuhan sehari-hari dengan sistem online.

Cukup dengan memesan dari rumah, barang yang dibutuhkan akan diantarkan oleh kurir yang telah menjalin kerjasama dengan Pemkab Takalar dalam hal ini Dinas Koperasi, UMKM, dan Perdagangan.

Bupati Takalar Syamsari telah memerintahkan Kadis UKM dan perdagangan untuk mensosialisasikan dan menerapkan secara bertahap pasar berbasis online ini terutama di wilayah kota.

“Selain itu, menjelang puncak penyebaran Covid- 19, Bupati meminta agar pasar ditutup, diganti dengan belanja di desa masing-masing. Camat dan Kades diminta mengaktifkan Bumdes bekerjasama dengan pedagang lokal Takalar untuk memenuhi kebutuhan warganya” tegas Jubir Gugus Tugas Covid-19 Syainal Mannan, Minggu 26 April 2020.

Syainal Mannan menambahkan bahwa di beberapa desa saat ini telah memiliki Bumdes Mart yang siap menyuplai kebutuhan masyarakat selama masa pandemi ini.

“Alhamdulillah sudah ada Bumdes Mart juga yang bisa bekerjasama dengan pedagang lokal Takalar untuk memenuhi kebutuhan warga Takalar,” pungkasnya.

Dengan kehadiran layanan online ini, masyarakat diharapkan lebih tenang menjelang puncak pandemi Covid-19 ini dan tetap dirumah hingga kondisi mulai kondusif dan aman dari virus Covid-19.

Editor: Azhar

judul gambarjudul gambar

Pos terkait