Internet Sehat: Gen Alpha Tetap Aman

MANIFESTO.ID, MAKASSAR – Sejak kemunculannya pada akhir tahun 1960 hingga perkembangannya saat ini yang telah memasuki generasi ketiga dan seterusnya, internet membawa banyak manfaat dalam berbagai aspek kehidupan di seluruh dunia, termasuk dibidang pendidikan, yang memungkinkan siswa dan mahasiswa dapat belajar mandiri serta mendalam.

Meskipun internet membawa banyak manfaat namun juga memiliki dampak negatif seperti kecanduan digital yang merambah seluruh golongan mulai dari anak-anak, remaja bahkan orang tua.

Bacaan Lainnya

Untuk mencegah pengaruh buruk dari internet, pemerintah, lembaga pendidikan maupun organisasi non pemerintah telah melakukan berbagai langkah pencegahan dan memitigasi dampak negatif tersebut dengan menggelar workshop atau edukasi intensif serta menyeluruh yang tidak hanya bersifat teori, namun juga memberikan pengalaman praktis serta ketrampilan tentang pemanfaatan internet yang sehat dan aman di kota Makassar Sulawesi Selatan.

Pada kegiatan workshop internet sehat dan aman rencananya akan di laksanakan selama tiga hari (15 – 17 Oktober 2025) di kota Makassar Sulawesi Selatan, selain melibatkan siswa SD dan SMP juga mengikutsertakan guru serta para pakar dan narasumber yang kompeten.

Digelarnya workshop dengan tajuk internet cerdas : Tetap Aman dengan Gen Alpha, memiliki 4 tujuan seperti meningkatkan kesadaran berinternet secara sehat, mengindentifikasi potenis bahaya dan menggunakannya secara sehat serta memanfaatkan internet secara positif dan produktif.

Dengan melibatkan 100 siswa SD kelas 6 dan 200 Siswa SMP serta 30 guru pendamping kedepannya diharapkan seluruh siswa peserta workshop dapat   memahami keamanan digital dan mengubah perilaku negatif dalam penggunaan internet.

Sementara itu output bagi para guru pembimbing mereka dapat terlibat secara aktif serta meningkatkan kesadaran umum tentang internet sehat di lingkungan sekolah.

Seusai dengan dihelatnya workshop internet cerdas : Tetap Aman dengan Gen Alpha, kedepannya seluruh kegiatan siswa peserta tidak hanya terhenti di ruang pelatihan saja, namun mereka diminta untuk untuk mempraktekannya dalam kehidupan sehari-hari dan melaporkan pengalamannya.

Sedangkan bagi para guru pendamping, dapat menerapkan rencana aksinya dalam bentuk memberikan edukasi lanjutan kepada siswa yang tidak ikut dalam kegiatan workshop.

Dengan cara ini workshop diharapkan dapat menciptkan dampak yang berkelanjutan dalam menjaga keamanan dan kesehatan digital di lingkungan sekolah di kota Makassar Sulawesi Selatan. 

Selamatkan Generasi Masa Depan

Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BPSDM) Provinsi Sulawesi Selatan berkomitmen memberikan edukasi tentang ruang digital sejak dini kepada anak-anak sekolah dasar (SD).

Komitmen itu diteguhkan BPSDM Sulsel dengan menggelar Workshop Literasi Digital yang dikhususkan kepada murid SD, di Khas Hotel, Makassar, Selasa (14/10/2025). Kepala BPSDM Sulsel Muh. Jufri mengatakan, workshop Literasi Digital diikuti sebanyak 400 siswa kelas 6 dari SD negeri dan swasta se-Kota Makassar. Setiap sekolah menyertakan guru pendamping.

“Sesuai tema kita, ingin anak-anak kita yang Generasi Alpha ini berperilaku yang baik di ruang digital, menggunakan internet dengan sehat dan bijak,” ujar Muh. Jufri dalam sambutannya.

Dari workshop ini, pria bergelar guru besar psikologi itu meminta para pendidik dan sekolah aktif mengampanyekan internet sehat serta keamanan digital kepada anak-anak.

“Dari sini nantinya, anak-anak kita berikan pelajaran tentang apa sih yang boleh dan tidak dilakukan di ruang digital, termasuk bagaimana menjaga privasi di internet,” tutur Jufri.

Jufri tak lupa menyampaikan apresiasi kepada PT Telkom yang telah membuka ruang kolaborasi dalam mengedukasi anak-anak tentang internet sehat.

“Alhamdulillah kita bisa bangun kolaborasi seperti ini dengan Telkom. Kita harap kolaborasi ini terus berlanjut,” imbuh Jufri.

Sementara itu, Sekretaris Provinsi Sulsel Jufri Rahman menyebut workshop literasi digital sangat strategis bagi pengembangan sumber daya manusia.

Jufri Rahman mengibaratkan kegiatan adalah momen menabur benih di ladang pertanian. Jika benihnya tidak bagus, maka hal itu merusak tanaman.

“Maka kalau tidak dibibit baik-baik, ada kemungkinan mereka jadi persoalan dengan bangsa ini di masa depan,” jelas Jufri di podium.

Jufri mendorong para guru SD dan orangtua bisa aktif mencegah kekerasan di ruang digital. Salah satu caranya dengan tidak memberikan gim online yang bernuansa kekerasan.

“Dampak lain internet kalau tidak dikendalikan akan menciptakan ketergantungan. Dari internet anak-anak menyerap kata-kata kasar, Ini tanggung jawab orangtua untuk mencegah,” tandas Jufri Rahman.

General Manager PT. Telkom Indonesia Witel Makassar Eri Susanto mengatakan, pihaknya men-support workshop ini melalui Corporate Social Responsilbility (CSR).

“Kenapa kita dukung, agar anak-anak generasi alpha, aware dengan masalah di dunia internet. Misalnya jangan menyebar data pribadi sebab rawan disalahgunakan,” kata Eri Susanto.

Eri Susanto juga menyebut generasi alpha yang lahir tahun 2010 perlu didik agar tidak menjadi pelaku perundungan di ruang digital.

“Dari sini juga kita berharap, agar para guru mendidik anak-anak jangan jadi pelaku siber bullyng, karena itu akan merugikan dan bisa jadi di-tracking hingga menyulitkan dia mencari kerja  kelak,” pungkas Eri Susanto. (*)

Pos terkait