MANIFESTO, MAKASSAR — Jelang hari pencoblosan pemilihan wali kota dan wakil wali kota Makassar, muncul isu kurang sedap di masyarakat terkait oknum TNI yang disebut-sebut sedang “bergerilya” untuk memenangkan pasangan calon tertentu.
Kabar yang beredar luas, mereka mencoba membantu pasangan nomor urut 2, Andi Seto Asapa-Rezki Mulfiati Lutfi (SEHATI) yang sedang berusaha mengejar ketertinggalan setelah sejumlah lembaga survei menunjukkan elektabilitas mereka masih tercecer di posisi ketiga.
Hal ini memunculkan kekhawatiran dan keresahan di tengah masyarakat. Pasalnya, aksi oknum TNI tersebut dianggap bisa merusak dan mengganggu pesta demokrasi karena mereka memberikan tekanan pada warga untuk memilih pasangan calon tertentu.
Makanya, tokoh-tokoh publik dan akademisi mengaku sangat prihatin. Menurut mereka, jika isu ini benar, itu akan menjadi aib bagi demokrasi dan masalah serius di Pilwali Makassar.
Guru Besar UNM, Prof Arifuddin Usman salah satu yang menyampaikan keprihatinan serta kekhawatirannya.
Dengan Sulsel masuk dalam kategori wilayah yang dianggap rawan oleh Bawaslu, maka ketidaknetralan aparat menurutnya bisa sangat berbahaya.
“Kita tentu tidak boleh suudzon atau berburuk sangka. Tapi jika isu yang berkembang tersebut ternyata benar, ini harus segera diklirkan karena akan sangat berbahaya,” katanya di Makassar, Sabtu (9//11/2024).
Ia menegaskan, aturan terkait TNI sudah sangat jelas. Mereka harus netral. Arifuddin mengatakan, komitmen netralitas TNI merupakan wujud nyata bahwa TNI tidak ingin kembali terlibat dalam politik praktis.
“Harapan kita tentu saja seluruh prajurit yang kita banggakan bisa membantu pemerintah dalam penyelenggaraan pilkada serentak yang damai dan aman. Mereka bersama Polri harus melakukan mitigasi atas potensi ancaman kerawanan. Bukan malah terseret ke arah sebaliknya,” ujarnya.
Sebelumnya, anggota Komisi III DPR RI asal Sulsel, Andi Amar Ma’ruf mengungkapkan kekhawatirannya terhadap Sulawesi Selatan sebagai daerah yang rentan terhadap pelanggaran dalam pelaksanaan Pilkada serentak.
Makanya, Amar Ma’ruf sebagaimana dikutip dari situs DPR RI berharap semua pihak dapat berperan aktif dalam menjaga integritas proses demokrasi di wilayah ini.
Panglima TNI Jenderal TNI Agus Subiyanto dalam amanat tertulisnya pada peringatan HUT ke-79 TNI Oktober lalu juga sudah mengingatkan pentingnya netralitas TNI di Pilkada 2024.
“Saya ingatkan kembali bahwa TNI harus netral. Komitmen Netralitas TNI merupakan wujud nyata bahwa TNI tidak ingin kembali ke ranah politik praktis. Namun demikian, tugas TNI dalam Pilkada Serentak harus kalian mengerti dan pahami, yaitu membantu Pemerintah dalam penyelenggaraan Pilkada Serentak dan membantu Polri dalam pengamanan setiap tahapannya,” tegas Panglima TNI dalam amanatnya.
Editor: Rahmat


