Jelang Idul Adha, Kementan Atur Lalu Lintas Hewan Rawan PMK

Hewan PMK. (Ilustrasi).jpg
Hewan PMK. (Ilustrasi).jpg
judul gambar

MANIFESTO, JAKARTA– Kementerian Pertanian (Kementan) melalui Badan Karantina Pertanian (Barantan) melakukan rekayasa lalu lintas bagi hewan ternak yang rawan terkena penyakit mulut dan kuku (PMK) atau hewan rentan PMK (HRP) untuk persiapan Idul Adha.

Kepala Barantan Bambang mengatakan untuk HRP yang akan dijadikan hewan potong dan hewan kurban dari daerah bebas PMK dapat melewati area yang terpapar virus tersebut dengan memenuhi semua persyaratan administrasi dan teknis yang ditetapkan.

Bacaan Lainnya

“Dengan pengawasan dan biosekuriti yang ketat, ternak sehat dapat melalui wilayah wabah, tertular, dan terduga PMK. Hal ini untuk memenuhi ketahanan pangan dan Hari Raya kurban nanti,” ungkap Bambang dalam keterangan resmi, Selasa (31/5).

Sementara, Bambang menjelaskan HRP berupa sapi, kerbau, domba, babi, dan hewan kuku belah lain yang akan diperuntukkan sebagai bibit, betina produktif, bakalan, dan siap potong dilarang masuk ke area yang terpapar PMK.

“Seluruh HRP dari area tersebut wajib lockdown dilarang dilalulintaskan,” ucap Bambang.

Ia mengatakan pihaknya juga berkoordinasi dengan sejumlah lembaga terkait seperti penyediaan moda transportasi laut untuk menjamin ketersediaan hewan ternak, baik untuk kebutuhan pangan dan Idul Adha.

Sejauh ini, Kementan memberikan status wabah PMK pada hewan ternak di empat kabupaten Provinsi Jawa Timur dan satu kabupaten di Provinsi Aceh. Penetapan ini dilakukan melalui Surat Keputusan Menteri Pertanian sejak 5 Mei 2022.

Berdasarkan data Posko Terpadu Penanganan PMK Hewan Ternak Pemprov Jatim per 24 Mei 2022, 23 daerah yang berstatus zona kuning PMK antara lain, Bangkalan, Surabaya, Gresik, Sidoarjo, Lamongan, Bojonegoro.

Kemudian, Tuban, Malang, Kota Malang, Kota Batu, Mojokerto, Kota Mojokerto, Magetan, Madiun, Kota Madiun, Kota Probolinggo, Probolinggo, Pasuruan, Kota Pasuruan, Lumajang, Jember, Bondowoso dan Jombang.

Kabupaten dengan kasus PMK aktif terbanyak, yakni Lumajang 1.595 kasus, Gresik 1.531 kasus, Mojokerto dengan 1.175 kasus, Probolinggo 972 kasus dan Sidoarjo 862 kasus.

Sementara, 15 kabupaten/kota yang masih bebas PMK ialah Sampang, Pamekasan, Sumenep, Banyuwangi, Situbondo, Ngawi, Pacitan, Tulungagung, Trenggalek, Ponorogo, Nganjuk, Kota Kediri, Kediri, Kota Blitar dan Blitar.

Editor: JS

judul gambarjudul gambar

Pos terkait