MANIFESTO, MAKASSAR— Anggota DPRD Makassar, Rahmat Taqwa mengusulkan CCTV Lorong Wisata (Longwis) yang ada di kota ini dimanfaatkan untuk memantau aktivitas selama masa tenang menjelang pemilihan wali kota dan wakil wali kota.
Menurutnya, ada ribuan CCTV Longwis di kota ini dan akan sangat berguna jika bisa digunakan untuk mengawal pilwalkot agar bisa berjalan aman dan bersih dari pelanggaran.
Saran itu disampaikan politikus PPP tersebut kepada Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) dan Sentra Penegakan Hukum Terpadu (Gakkumdu).
“CCTV ini ada di setiap lorong. Makanya, kami meminta ini dimanfaatkan Bawaslu dan Sentra Gakkumdu untuk memantau kegiatan menjelang hari H pencoblosan, termasuk money politic,” ujarnya, Selasa (19/11/2024).
Saat ini ada indikasi bahwa CCTV Longwis ini sengaja dirusak oknum dengan tujuan melancarkan aksi mereka untuk melakukan politik uang di masa tenang. Namun, Taqwa mengatakan itu bisa diperbaiki.
“Ini hanya soal komitmen saja. Yang jelas, kalau kita mau Pilwalkot yang bersih, CCTV ini bisa jadi salah satu solusi terbaik. Kita ingin mencegah orang-orang yang mencoba menodai demokrasi dengan cara-cara kotor,” tegasnya.
Pemerintah Kota (Pemkot) Makassar melalui Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) memang sudah memasang banyak CCTV Longwis dalam tiga tahun terakhir.
Khusus 2023 misalnya, mereka merampungkan pemasangan sekitar 4.284 unit CCTV di lorong wisata. Sebelum itu, pada 2022, tercatat ada 2.000 CCTV yang terpasang.
Pusat pemantauan dan pengendaliannya ribuan CCTV itu ada pada Operation Room/War Room lantai 10 Balai Kota Makassar serta pada ponsel RT dan RW. Selain itu, CCTV Pemkot Makassar juga terintegrasi langsung dengan Polda Sulawesi Selatan.
Editor: Rahmat



