Kadir Halid Berjam- Jam Tunggu Ruang Pleno, Rahman Pina Tak Izinkan

Ketua AMPG Sulsel Rahman Pina bersama Imran Tenri Tatta Amin Syam memimpin rapat liga beringin, Kamis 21 Juli 2021. (Dok)
Ketua AMPG Sulsel Rahman Pina bersama Imran Tenri Tatta Amin Syam memimpin rapat liga beringin, Kamis 21 Juli 2021. (Dok)
judul gambar

MANIFESTO, MAKASSAR– Ketua Harian DPD I Partai Golkar Sulsel Kadir Halid bersama sejumlah loyalisnya harus menunggu selama empat jam berharap bisa menggunakan ruang rapat untuk menggelar rapat pleno, Kamis 21 Juli 2022.

Kadir Cs yang tiba sekitar pukul 09.30 Wita di kantor DPD I Golkar Sulsel harus menunggu berjam- jam karena di saat yang bersamaan ruang rapat sedang digunakan oleh panitia liga beringin yang dipimpin langsung Ketua AMPG Sulsel Rahman Pina bersama Imran Tenri Tatta Amin Syam.

Bacaan Lainnya

Kadir bersama orang- orangnya berulang kali mencoba memaksa masuk, tetapi Rahman Pina tidak mengizinkan karena rapat yang dimaksud tidak teragendakan di DPD I Partai Golkar Sulsel. Puluhan kader- kader AMPG yang berjaga di depan pintu rapat pun siaga menghalau Kadir Halid cs yang mulai hilang kesabaran.

Meski ngotot menggunakan ruang rapat itu, Rahman Pina tak bergeming. Ia menilai tak ada jadwal rapat DPD 1 Golkar selain panitia liga beringin. “Rapat resmi di DPD 1 hari ini, cuma rapat panitia liga beringin,” kata Rahman Pina.

Ketua Harian Golkar Sulsel Kadir Halid marah- marah dan nampak sangat kecewa setelah gagal menggunakan ruang rapat kantor Golkar Sulsel, Kamis 21 Juli 2022. (Dok).

Karena sudah berjam jam menunggu, Kadir Halid pun mulai putus asa. Sekitar pukul 14.10 Wita, Kadir Cs pun memilih turun ke ruangan sendiri sambil marah- marah. Karena ruangannya tertutup, mantan anggota DPRD Sulsel itu mendobrak paksa ruangan sendiri untuk digunakan rapat. Sekitar 10-an pengurus pun masuk ke ruang Kadir dan menggelar rapat.

Menyikapi aksi Kadir Halid Cs itu, Wakil Sekretaris DPD I Partai Golkar Sulsel Nasran Mone menegaskan, tidak ada rapat pleno yang diagendakan digelar Kamis 21 Juli 2022. Ia pun membenarkan jika ada undangan untuk rapat pleno, tetapi yang diteken oleh Ketua Harian Kadir Halid bersama Wakil Sekretaris Irwan Muin. Tak ada dalam aturan main kata dia, yang mengundang rapat pleno adalah ketua harian.

“Tak ada agenda rapat pleno, ada undangan tersebar, tapi yang tanda tangan ketua harian dan wakil sekretaris, masa bisa begitu? Yang namanya pleno itu ketua dan sekretaris yang tanda tangan, bukan ketua harian,” kata Nasran heran.

Ia pun menegaskan, jika rapat pleno belum digelar karena SK DPD I Partai Golkar Sulsel digugat oleh kubu Kadir Cs. “SK kepengurusan digugat, di sisi lain mereka minta pleno, kalau menggugat kan artinya tidak menerima SK itu, maksudnya apa? Makanya tunggu saja dulu hasil keputusan Mahkamah Partai Golkar,” ujar Nasran yang juga mantan anggota DPRD Makassar tiga periode.

Nasran pun menambahkan, walaupun ada rapat pleno nantinya, Kadir Cs tidak mungkin diundang karena tidak mau menandatangani fakta integritas sebagai pengurus. “Terus pak Kadir kan pengurus harian, mestinya tiap hari di Golkar,” sambung Nasran.

Editor: Azhar

judul gambarjudul gambar

Pos terkait