Kakak Khaerun: Sekretaris Kwarda Sulsel Jangan Jadikan Pramuka Seperti Partai Politik!

Khaerun Hanafiah. (Ist)
Khaerun Hanafiah. (Ist)

MANIFESTO, MAKASSAR– Kisruh yang melanda Gerakan Pramuka jelang Musyawarah Daerah (Musda) Kwartir Daerah Gerakan Pramuka Sulsel tidak henti mendapat sorotan insan Pramuka.

Kwarda Sulsel yang sedang melakukan penjaringan dinilai bermuslihat dan tidak menghargai usulan calon ketua Kwarda dari Kwartir Cabang.

Bacaan Lainnya

Hal ini ditegaskan salah satu senior Pramuka Gowa, Khaerun Hanafiah, ketika dihubungi wartawan, Selasa, 23 Januari 2024.

“Kwarda dalam penjaringan ini terlalu terang-terangan tidak menghargai kwartir cabang. Dan tidak malu-malu lagi menabrak aturan AD-ART Pramuka,” ketus mantan Sekretaris Kwarcab Pramuka Gowa itu.

Langkah yang melabrak aturan dimaksud adalah keputusan kwarda tidak mengakomodir beberapa calon ketua yang diusulkan kwarcab. Dua nama yang tidak diakomodir lewat surat Kwarda nomor 012/21-A/2024 tertanggal 15 Januari 2024 itu adalah Andi Sudirman Sulaiman dan Ilham Arief Sirajuddin (IAS).

Langkah ini melampaui kewenangan kwarda dan bertentangan AD ART Gerakan Pramuka, khususnya pasal 83 tentang pemilihan ketua kwarda.

Pada poin 4 pasal 83, berbunyi Kwarda menyampaikan nama-nama calon ketua Kwarda yang diusulkan oleh Kwarcab-Kwarda kepada seluruh Kwarcab selambat-lambatnya satu bulan sebelum pelaksanaan Musda.

“Bukan kewenangan Kwarda mencoret nama yang diusulkan kwqlarcab, kewenangan itu ada di forum Musda nanti. Jadi, hormari kwarcab dengan mencantumkan semua nama terusul. Ini menunjukkan kwarda sudah bermain politik dalam menjalankan tugasnya. Apalagi, kwarda sama sekali belum mengumumkan ada atau tidak panitia penjaringan apalagi tim verifkasi. Ini memang sangat sewenang-wenang,” kata Khaerun.

Dia menengarai, dalang dari sikap sewenang-wenang Kwarda yang memicu kekisruhan ini adalah Sekretaris Kwarda Sulsel, Rahmansyah. Motifnya diduga adalah mempertahankan status quo untuk mengamankan posisinya sebagai sekretaris di periode berikutnya.

“Selain itu, Pak Sekretaris ini sepertinya ingin mendesain untuk meloloskan satu calon saja dan mau mendorong aklamasi. Itu sah-sah saja asal jangan melabrak aturan. Jangan jalankan organisasi terhormat ini seperti partai politiklah. Ini Gerakan Pramuka,” pinta Khaerun lagi.

Khaerun menyarankan, sebelum kisruh ini semakin melebar, kwarda harus arif melakukan koreksi dengan memasukkan seluruh nama usulan kwarcab tanpa terkecuali. Apalagi, sudah ada ancaman 15 kwarcab akan meninggalkan forum Musda mendatang karena persoalan ini.

Sementara itu, Sekretaris Kwarda Sulsel Rahmansyah yang dikonfirmasi, enggan memberi penjelasan. “Maaf saya ada kegiatan dulu,” kata Rahmansyah dihubungi via handphone pribadinya belum lama ini.

Dihubungi terpisah, SC Musda Kwarda Sulsel, Asri Pananrang juga tak ingin memberi penjelasan terkait kisruh Musda Sulsel, enggan berkomentar. “Saya tidak bisa komentari itu. Saya ini SC, bukan mengurus penjaringan bakal calon. Hubungi saja Rahmansyah, dia yang tahu itu,” kata Asri.

Editor: Azhar

Pos terkait