MANIFESTO, MAKASSAR- Ketua Tim Pemenangan Mulia, Dr Ilham Arief Sirajuddin (IAS) secara tidak sengaja bertemu calon wali kota Makassar Andi Seto Gadhista Asapa di Warung Kopi Tulla, Jln Macan Makassar, Jumat pagi, 11 Oktober 2024.
Kerabat dekat IAS yang ikut dalam pertemuan usai salah subuh itu, Suherdi, menjelaskan IAS sama sekali tidak menitip program apapun kepada Seto yang akan bertarung di Pilwalkot.
Apalagi, IAS berstatus Ketua Tim Pemenangan Munafri Arifuddin-Aliyah Mustika (Mulia) yang menjadi kompetitor Seto.
“Saya duduk di meja yang sama. Di depan IAS. Pak IAS sama sekali tidak titip program apapun kepada Seto. Yang ada silaturahmi sesama penikmat warkop,” tegas mantan aktivis UMI Makassar itu.
“Saya sengaja mengklarifikasi ini karena ada media yang menyebut IAS titip program kepada Seto. Ini bisa merugikan Pak IAS. Mungkin tim media Seto agak keliru memaknai pertemuan kebetulan itu,” terang sosok yang akrab disapa Gondrong itu.
Gondrong menjelaskan, IAS punya kebiasaan menikmati warkop setiap selesai salat subuh. Di manapun ia berada. Kebiasaan ini sudah diketahui teman-teman dekatnya.
“Mungkin IAS salah satu politisi yang rutin ke warkop ada atau tidak ada pilkada. Jadi kadang-kadang, ketika ada yang ketemu beliau di warkop di musim pilkada, bisa ditafsirkan berlebihan. Padahal, ketemu sesama pelanggan warkop,” sambungnya lagi.
IAS, sambung Gondrong, politisi sombere yang selalu mengedepankan jalinan silaturahmi kepada sesama. Tidak peduli lawan ataupun kawan.
“Tapi ingat, Pak IAS itu bukan tipe pengkhianat saat memegang jabatan. Termasuk sebagai ketua tim pemenangan Mulia. Berita Pak IAS titip Program ke kandidat lain bisa ditafsirkan orang seolah Pak IAS main dua kaki. Itu sangat tidak benar,” tegas pengusaha bawang asal Enrekang ini.
Editor: Azhar



