MANIFESTO.ID, MAKASSAR – Ketua Garda Flobamora Sulawesi Selatan (Sulsel), Mide Djuang menghadirkan Gubernur Nusa Tenggara Timur (NTT), Emanuel Melkiades Laka Lena, dalam kegiatan dialog bersama warga diaspora NTT yang bermukim di Makassar. Acara berlangsung di Hotel Claro Makassar, Kamis (16/10), dan dihadiri oleh ratusan peserta dari berbagai daerah asal di NTT.
Pertemuan tersebut dikemas dalam bentuk dialog terbuka antara Gubernur Laka Lena dengan masyarakat NTT-Sulsel. Dalam kesempatan itu, Gubernur Emanuel Melkiades menyampaikan sejumlah program pembangunan di NTT. Emanuel menegaskan pentingnya semangat kolaborasi antara pemerintah daerah dan masyarakat diaspora untuk mendukung percepatan pembangunan di NTT.
“Dalam rangka mendukung pembangunan NTT, kami akan mengoptimalkan pilar kolaborasi dengan mengajak dan meminta fasilitasi dari diaspora NTT yang ada di mana-mana,” ujar Emanuel.
“Kami memiliki visi, misi, dan program, tetapi semuanya akan menjadi lebih kuat jika didorong melalui kerja sama dengan semua pihak, termasuk masyarakat diaspora yang tersebar di berbagai daerah dan luar negeri,” tambahnya.
Emanuel mengungkapkan, langkah awal yang akan dilakukan adalah membuka hubungan sinergis antara pemerintah provinsi, kabupaten, hingga tingkat desa dan kelurahan dengan keluarga besar diaspora NTT di Makassar dan wilayah lainnya.
Ia juga menyampaikan rencana menggelar pertemuan besar diaspora NTT dari berbagai daerah di Indonesia maupun luar negeri pada bulan Desember mendatang.
Pertemuan itu diharapkan menjadi momentum untuk merumuskan langkah konkret dalam mendukung pembangunan di NTT.
“Kami juga akan bersinergi dengan pemerintah Kota Makassar dan Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan,” kata Emanuel.
Selain itu, Gubernur Emanuel mengimbau masyarakat NTT di Makassar agar menjadi warga yang baik di perantauan, menghormati adat dan budaya setempat, serta tetap berkontribusi untuk kemajuan kampung halaman.
“Bagi masyarakat NTT di Makassar, jadilah warga yang baik di Sulawesi Selatan, bekerja dengan sungguh-sungguh, dan patuh terhadap aturan serta budaya setempat. Sekaligus, jadilah warga NTT yang tetap membantu membangun daerah asal,” pesannya.
Emanuel menutup pertemuan dengan pesan filosofi kearifan lokal yang ia pegang teguh.
“Di mana bumi dipijak, di situ langit dijunjung,” katanya.
Sementara itu Ketua Garda Flobamora Sulsel, Mide menyampaikan bahwa kegiatan ini menjadi momentum penting untuk mempererat tali silaturahmi dan memperkuat kontribusi warga NTT di perantauan terhadap pembangunan daerah.
“Melalui dialog ini, kami ingin memperkuat komunikasi antara pemerintah daerah dan masyarakat diaspora agar bersama-sama membangun NTT ke arah yang lebih baik,” ujarnya.
Suasana acara berlangsung hangat dan penuh antusiasme. Sejumlah peserta turut menyampaikan aspirasi dan gagasan terkait peluang kolaborasi ekonomi, pendidikan, serta kebudayaan antara warga NTT di Sulsel dan pemerintah provinsi. (*)



