Kian Ketat, Tamu Presiden Jokowi Harus Tes Swab

Presiden Joko Widodo (kedua kiri) didampingi Ibu Iriana Joko Widodo (kiri), Wapres Jusuf Kalla (keempat kanan), dan Ibu Mufidah Jusuf Kalla (ketiga kanan) mengumumkan susunan menterinya yang tergabung dalam Kabinet Kerja di Istana Merdeka, Jakarta, Minggu (26/10). Kabinet Kerja yang dipimpin Presiden Joko Widodo dan Wapres Jusuf Kalla terdiri dari 34 menteri. (Int)
Presiden Joko Widodo (kedua kiri) didampingi Ibu Iriana Joko Widodo (kiri), Wapres Jusuf Kalla (keempat kanan), dan Ibu Mufidah Jusuf Kalla (ketiga kanan) mengumumkan susunan menterinya yang tergabung dalam Kabinet Kerja di Istana Merdeka, Jakarta, Minggu (26/10). Kabinet Kerja yang dipimpin Presiden Joko Widodo dan Wapres Jusuf Kalla terdiri dari 34 menteri. (Int)
judul gambar

MANIFESTO, JAKARTA– Sekretariat Presiden memperketat protokol kesehatan di lingkup Istana Kepresidenan. Kepala Sekretariat Presiden Heru Budi Hartono mengatakan bahwa Sekretariat Presiden akan mengetatkan protokol kesehatan di lingkungan Istana Kepresidenan.

“Kami di Sekretariat Presiden akan mengetatkan protokol kesehatan walaupun yang lalu sampai hari ini kami sudah ketat,” kata Kepala Sekretariat Presiden Heru Budi Hartonodikutip dari Tempo, Senin, 3 Agustus 2020.

Bacaan Lainnya

Heru menyebut, kini semua pihak yang ingin bertemu menghadap Presiden Joko Widodo wajib melakukan uji seka atau swab test sebagai salah satu protokol pencegahan penularan Covid-19. Selain itu, meskipun sudah melakukan swab test, pada hari-H mereka akan kembali diminta untuk rapid test.

Protokol kesehatan juga diterapkan pada sarana dan prasarana di lingkungan Istana, misalnya dengan menjaga jarak antarkursi, serta antara kursi tamu dengan kursi presiden sejauh kurang lebih 2-2,5 meter. Di meja oval tempat presiden biasa menerima tamu pun akan ditambahkan pembatas berupa kaca akrilik.

“Di meja oval yang akan menerima tamu-tamu yang diundang oleh Bapak Presiden, kami siapkan pembatas. Pembatas itu artinya kaca akrilik sehingga Bapak Presiden walaupun berhadapan tetap ada batas,” ujarnya.

Di samping itu, Heru menjelaskan bahwa ruangan-ruangan di lingkungan Istana juga secara rutin dibuka jendelanya sehingga sirkulasi udara lancar dan tetap segar. “Selain itu, tetap menggunakan masker, tetap cuci tangan, dan tetap masuk ke tabung disinfektan sehingga semuanya terjamin protokol kesehatan di Istana,” ujar dia.

Editor: Azhar

judul gambarjudul gambar

Pos terkait