Kuota Kursi Sekolah di Makassar Minim, 9 Ribu Anak Terancam Nganggur

Ilustrasi siswa SMP. (Int)
Ilustrasi siswa SMP. (Int)
judul gambar

MANIFESTO, MAKASSAR — Minimnya kuota kursi Sekolah Menegah Pertama (SMP) di Kota Makassar membuat 9000 calon siswa tidak bisa melanjutkan pendidikannya.

Pelaksana tugas (Plt) Kepala Dinas Pendidikan (Disdik) Kota Makassar, Amalia Malik mengatakan kursi di sekolah negeri tidak mampuh menampung jumlah siswa sebanyak itu. Untuk itu pihaknya mengaku akan mengupayakan agar mereka yang telah gagal seleksi sesegera mungkin mendapatkan solusi.

Bacaan Lainnya

Amalia mengatakan pihaknya telah mengajukan pengusulan penambahan kursi dalam setiap kelas di Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) RI. Hal itu disebut sangat perlu karena ada aturan di Dapodik yang menentukan jumlah maksimal kursi per rombongan belajar.

“Ini menjadi perhatian kita. Laporan anggota DPRD Makassar, ada 9000 yang tidak tertampung di SMP negeri. Kita akan mengusulkan ke Dirjen untuk bisa menambah setiap kelasnya. Dari 32 menjadi 36 seperti tahun kemarin 2019,” kata Amelia, Sabtu 25 Juli 2020.

Selain itu, solusi lainnya yang ditawarkan Disdik Makassar yaitu memberikan subsidi pada siswa yang gagal lolos Pendaftaran Peserta Didik Baru (PPDB) meskipun siswa baru itu masukan ke sekolah swasta.

Proses pembiayaannya dalam bentuk subsidi tengah disiapkan dimana pihaknya terlebih dahulu akan melakukan pendataan.

Sementara itu, Penjabat (Pj) Wali Kota Makassar, Rudy Djamaluddin menegaskan bahwa setiap anak baik anak SD maupun anak SMP wajib mendapatkan pendidikan sebagaimana yang telah diamanatkan undang-undang (UU).

“Yang jelas anak anak SD sampai SMP adalah amanah UU bahwa wajib belajar 9 tahun sehingga saya sampaikan Kepala Dinas Pendidikan memastikan tidak ada anak anak yang tidak ada tempat nya,” kata Rudy saat dikonfirmasi.

“Nanti kita coba liat berapa yang mendaftar secara teknis, berapa ruang kelas yang harus kita tambah. Dan yang penting tidak ada anak Makassar mau sekolah tapi tidak ada tempatnya,” tambahnya.

Adapun tawaran solusi lain yang diberikan Pj Wali Kota Makassar yakni  penambahan ruang kelas (Rombel).

“Itu salah satu alternatif, tapi kita harus pikir juga ruang kelas tidak boleh sumpek, ditengah pandemi, ada new normal akan kita masuki jadi alternatif nya adalah bisa menambah orang diruang kelas,” ungkap Rudy.

Diketahui, jumlah pendaftar untuk PPDB jalur zonasi ditingkat SD di Kota Makassr tahun 2020 mencapai 27.919 orang. Sementara tingkat SMP, pendaftar sebanyak 21.836 orang.

Penulis: Fadli Ramadhan

judul gambarjudul gambar

Pos terkait