Lakukan Pemadaman Lampu Jalan, PLN Takalar Didemo Oleh Apdesi, Mahasiswa, hingga Karang Taruna

  • Whatsapp
Massa mengepung PLN Takalar terkait pemadaman lampu jalan yang telah berlangsung dua pekan, Senin 12 April 2021. (Ist)
Massa mengepung PLN Takalar terkait pemadaman lampu jalan yang telah berlangsung dua pekan, Senin 12 April 2021. (Ist)

MANIFESTO, TAKALAR– Aliansi Pemuda Mahasiswa dan Masyarakat Takalar yang bergabung, APDESI, PB-Hipermata, AMPI, Karang taruna, HMPG, dan KPT, melakukan aksi di depan kantor PLN Cabang Takalar, Senin, 12/04/2021 .

Aksi mereka terkait pemadaman listrik penerangan lampu jalan yang dilakukan PLN dan telah berlangsung sekitar dua pekan.  Hal ini dianggap oleh pendemo yang berjumlah ratusan orang itu adalah kesalahan PLN yang sangat merugikan masyarakat Takalar.

Bacaan Lainnya

Koordinator aksi, Suhardi dalam orasinya mendesak untuk mengcopot manager PLN Cabang Takalar yang dianggap bertanggung jawab atas pemadaman itu. Apalagi selama ini, PLN selama ini dinilai tidak transparan dalam tagihan pembayaran lampu penerang jalan.

“Kepala Cabang Takalar seharusnya dicopot dari jabatannya karena bertanggung jawab atas pengelolaan lampu penerang jalan yang tidak transparan, sejak dulu banyak lampu yang tidak berfungsi, tetapi tagihanya tetap dibayarkan, ini kan aneh,” kata Suhardi.   

Massa juga medesak  pihak PLN  untuk memberikan data perhitungan tagihan listrik yang akuntabel sehingga PLN Takalar tidak dianggap merampok dana pajak penerangan jalan umum (PJU) yang dibayarkan oleh masyarakat selama ini. Jika transparan, maka pendemo yakin tidak menjadi korban di balik kisruh antara PLN dan Pemerintah Kabupaten Takalar.  

“PLN harus transparan sehingga rakyat Takalar tidak menjadi korban atau pihak yang dirugikan di balik komunikasi PLN dan Pemda yang selama ini buntu,” terang Suhardi.  

Selanjutnya, pendemo meminta kepada aparat penegak hukum (APH) baik Polres Takalar atau pun pihak Kejaksaan Negeri Takalar untuk mengusut tuntas kasus pemadaman ini. Pendemo mengaku telah mencium ada aroma penyimpangan di balik pengelolaan lampu penerang jalan yang dilakukan oleh PLN.

“Kami pun akan melakukan pelaporan secara resmi dalam waktu dekat terkait dengan dugaan adanya konspirasi yang berujung pada kasus korupsi di pihak PLN,” ancam Suhardi.

Pendemo juga mendesak Pemkab Takalar untuk berkomunikasi dengan PLN terkait pembayaran tagihan sehingga lampu penerang jalan bisa segera dinyalakan. Apalagi, saat rapat kerja di DPRD Takalar Kamis 8 April 2021, Sekda Takalar dan PLN telah berjanji untuk menyalakan lampu jalan sebelum memasuki bulan Ramadhan.

Editor: Azhar    

Pos terkait