Lindungi Pedagang Kecil, Pemkab Takalar Tutup Belasan Minimarket

  • Whatsapp
Satpol Pamong Praja Takalar menutup belasan minimarket yang dinilai mematikan pedagang kecil. (Ist)
Satpol Pamong Praja Takalar menutup belasan minimarket yang dinilai mematikan pedagang kecil. (Ist)

MANIFESTO, MAKASSAR – Pemkab Takalar menutup belasan minimarket yang izin kedaluarsa, Rabu 15 Juli 2020.  Penertiban ini sebagai respon Pemkab atas menjamurnya Alfamart, Indo Maret, dan Alfamidi di sepanjang jalan poros Takalar.

Izin yang dimiliki mini market itu tak lagi diperpanjang karena dinilai merugikan pedagang kecil. Dengan penutupan ini, maka Pemkab Takalar mengharapkan pedagang kecil bisa tetap berkembang di Takalar.  

Bacaan Lainnya

“Dari 21 gerai minimarket yang tak lagi diperpanjang izinnya, hari ini kita sudah tutup satu Indo Maret di Jalan Jenderal Sudirman, samping masjid Nurul Falah, sisanya menyusul,” tegas Kasat Penertiban Satpol Pamong Praja Takalar Syafaruddin, Rabu 15 Juli 2020.   

Syafaruddin menegaskan, penutupan ini setelah pihaknya menerima surat dari Pelayanan Terpadu Satu Pintu (PTSP) dan Penanaman Modal Takalar. Penutupan dilakukan karena toko waralaba itu dinilai merugikan, bahkan mematikan pedagang kecil.

“Kehadiran mereka dinilai merugikan pedagang kecil di Takalar, saya kira itu alasan Pemkab tak memperpanjang izinnya lagi,” kata Syafar usai melakuan penertiban.  

Asisten Pemerintahan Andi Rijal Mustamin mengatakan, penertiban ini sebagai langkah Pemkab melindungi keberlangsungan pedagang kecil di Takalar. Apalagi selama ini, banyak pedagang kecil yang mengeluhkan menjamurnya toko berjejaring nasional itu.  Jika tak diatur kata dia, maka pedagang kecil sangat susah berkembang.

“Bahwa langkah yang Pemkab tegakkan adalah semata mata untuk pemerataan keadilan kepada seluruh masyarakat dalam menjalankan perekonomian di Takalar, tidak boleh kehadiran mereka lantas membunuh mata pencaharian masyarakat yang seharusnya kita lindungi,” kata Rijal.

Ia menegaskan, penertiban ini untuk menjamin keberlangsungan ekonomi kecil, apalagi  di tengah pandemi Covid 19 saat ini. Rijal pun meminta minimarket yang masih ingin bertahan untuk memperhatikan produk- produk lokal yang menumbuhkan perekonomian masyarakat

“Pemerataan dan keadilan dalam berusaha dapat ditegakkan sehingga nantinya ada sinergitas dan koloborasi antara pengusaha dan usaha ekonomi kecil dan menegah ( UMKM) di Takalar,” terang Rijal.

Meski begitu, Rijal menegaskan bahwa pemerintah daerah tidak ingin membunuh pertumbuhan minimarket di titik di takalar. Namun, ia mengatakan bahwa Pemkab juga ingin memastikan para UKM di Takalar masih memiliki tempat untuk memasarkan produknya. Selain itu, lokasi minimarket tidak boleh terlalu berdekatan karena mematikan pedagang kecil.

“Pemerintah juga menginginkan bagaimana keberadaan toko waralaba ini bisa memberdayakan produk home industri atau memberi ruang kepada para pedagang kecil di Takalar,” tegasnya lagi.