MANIFESTO, MAKASSAR– Golkar baru yang digaungkan Taufan Pawe tanpa bayar bayar, disambut hangat para tokoh politik dan tokoh bisnis di Sulawesi Selatan.
Mereka kemudian seakan berlomba untuk bergabung menjadi pengurus, baik provinsi, maupun kabupaten kota. Salah satunya adalah, Zulkarnain Arief, pengusaha papan atas Sulsel. Zul, sapaan Zulkarnain adalah mantan ketua Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Sulsel. Ia kini ditunjuk menjadi Plt Ketua Golkar Takalar.
Penunjukan pengusaha papan atas di Sulsel itu terbilang mengejutkan. Pasalnya, selama ini Zulkarnain dikenal fokus di dunia bisnis dan tidak pernah terlibat terlalu jauh dalam dunia politik.
Selain itu, di Golkar Takalar ada nama- nama tenar yang sebelumnya santer dikabarkan bakal ditunjuk sebagai Plt Ketua Golkar. Di antaranya, anggota DPRD Sulsel Fachruddin Rangga, politisi senior Abbas Hady, dan Wakil Ketua DPRD Takalar Jabir Bonto.
Kemunculan nama mantan Ketua Gabungan Pengusaha Indonesia (Gapensi) Sulsel itu menjadi signal jika Partai Golkar menyiapkan Zulkarnain sebagai kandidat yang akan diusung di pilkada 2022 mendatang. Dengan segudang pengalaman dan jaringan kuat di kancah nasional, Zulkarnain disebut memiliki energy besar untuk bersaing memperebutkan kursi nomor satu di Butta Pangrannuangku itu.
Selanjutnya, pengurus DPP Kadin itu akan mengendalikan Partai Golkar Takalar sampai terpilih kepengurusan definitif. Zulkarnain akan didampingi oleh mantan anggota KPU Sulsel Ziaurrahman Mustari sebagai sekretaris dan Syamsuddin Lagu sebagai bendahara.
“Untuk Takalar dipercayakan kepada Pak Zulkarnain Arief sebagai Plt Ketua, tugasnya untuk melakukan konsolidasi dan menyiapkan musda,” kata Wakil Sekretaris DPD I Partai Golkar Sulsel Zulham Arief di sela penyerahkan SK di Hotel Novotel tadi malam.
Selain Takalar, Partai Golkar Sulse menunjuk Plt di tujuh daerah. Mereka yang ditunjuk sebagai Plt Ketua masing- masing, Taqwa Muler di Luwu Timur, Arifin Junaedi di Luwu Utara, Andi Hatta Marakarma di Luwu, Sofyan Syam di Pangkep, Irianto Ahmad di Makassar, dan Syamsul Alam Ibrahim di Selayar.
Editor: Azhar



