Masuk Zona Merah, Bupati Takalar Imbau Warga Ikuti Protokol Kesehatan

Bupati Takalar Syamsari Kitta saat membacakan khutbah Jumat di masjid Rujab Bupati, Jumat 10 Juli 2020. (Ist)
Bupati Takalar Syamsari Kitta saat membacakan khutbah Jumat di masjid Rujab Bupati, Jumat 10 Juli 2020. (Ist)

MANIFESTO, MAKASSAR– Bupati Takalar Syamsari Kitta mengimbau warga agar senantiasa menerapkan protokol kesehatan selama masa pendemi. Apalagi, Takalar juga sudah ditetapkan sebagai zona merah penularan Covid 19.

Takalar bersama Makassar, Maros, Gowa, Bulukumba, Pare-pare, dan Luwu Timur dianggap sebagai daerah yang rawan penularan virus corona. Untuk itu, warga Takalar, terlebih yang beraktivitas di Makassar diminta untuk selalu mengenakan masker jika keluar rumah, menjaga jarak, menghindari kerumunan, dan senantiasa cuci tangan.  

Bacaan Lainnya

“Takalar sudah masuk zona merah, ini sulit kita hindari karena daerah kita berbatasan langsung dengan Makassar yang sudah beberapa bulan lalu masuk zona merah, apalagi banyak warga kita yang beraktivitas di Makassar sehingga penularannya sulit kita hindari, untuk itu kewaspadaan kita harus senantiasa kita tingkatkan agar kita bisa terhindar dari Covid 19,” kata Syamsari usai salat Jumat di masjid Rujab Bupati Takalar, Jumat 10 Juli 2020.   

Ia mengingatkan warga agar tidak menganggap enteng, apalagi beranggapan situasi sudah membaik. Syamsari mengatakan, saat ini virus corona masih menjadi ancaman yang harus kita hadapi. Dengan mengikuti protokoler kesehatan, Syamsari mengaku, peluang untuk terkena “serangan” virus corona menjadi lebih kecil.

“Satu- satunya cara saat ini untuk bertahan dan tidak terpapar adalah mengikuti protokoler kesehatan dan senantiasa berdoa, karena kalau kita tidak tertib lagi maka kita khawatir ledakan positif bisa saja terjadi,” terang Syamsari.

Terkhusus untuk masjid, Syamsari pun mengingatkan agar masjid harus tetap menerapkan protokoler kesehatan. Masjid harus dilengkapi dengan tempat cuci tangan lengkap dengan sabun cair yang digunakan jemaah sebelum berwudhu.

“Jemaah masjid harus mengenakan masker dan menjaga jarak, cukuplah masjid- masjid yang ditutup karena ada jemaahnya terjangkit Covid 19 yang menjadi pelajaran, saya kira ini ikhtiar kita bersama dan kita berharap kondisi ini cepat berlalu,” ujar mantan aggota DPRD Sulsel dua periode itu.   

Editor: Azhar

Pos terkait