Mengingatkan Kembali Pentingnya Daur Ulang Sampah di HPSN

Marhtyni, S.KM, M.Kes. (Ist)
Marhtyni, S.KM, M.Kes. (Ist)

Sampah hingga saat ini merupakan permasalahan global yang meresahkan. Bahkan memiliki peran penting dalam isu perubahan iklim. Proses pengelolaan sampah dari pemilahan, pengumpulan, pengangkutan hingga ke Tempat Pemrosesan Akhir (TPA) juga dilakukan di Indonesia sama halnya dengan negara lain.

Sayangnya Indonesia pernah mendapat peringkat nomor dua penyumbang sampah plastik ke lautan. TPA di Indonesia pun masih menganut metode open dumping (penumpukan terbuka). Bahkan setelah kita setiap tahunnya memperingati Hari Peduli Sampah Nasional (HPSN).

Bacaan Lainnya

21 Februari adalah peringatan hari peduli sampah nasional untuk mengenang tragedi longsornya sampah di TPA Leuwigajah Cimahi Jawa Barat yang terjadi 21 Februari 2005 silam yang menewaskan 157 orang. Tragedi ini berawal dari hujan deras dan ledakan gas metana pada tumpukan sampah.

Gas metana memang sangat potensial dihasilkan oleh sampah dari hasil pembusukan. Tahun 2010 silam telah dikemukakan oleh Arie Herlambang bahwa potensi sampah di Indonesia mencapai 4 ton pertahun dengan potensi gas metana mencapai 11.390 ton CH4 pertahun atau setara dengan 239.199 ton CO2 pertahun.

Di kota Makassar TPA Tamangapa saat ini telah mencapai ketinggian sekitar 30-40 meter tumpukan sampah dan diperkirakan sekitar 900 ton perhari sampah masuk ke TPA.
Kondisi tumpukan sampah yang setiap saat dapat menimbulkan longsor dan menimbun lahan sekitar TPA atau ledakan gas metana.

Apakah kita akan menunggu tragedi Leuwigajah terulang meski kita memperingati HPSN tiap tahunnya.

Semoga tema HPSN 2022 yang mengusung tema “kelola sampah, kurangi emisi bangun proklim” membuat kita semua sadar sebagai sumber sampah untuk lebih bijak dalam mengurangi jumlah sampah dengan tidak menggunakan kemasan sekali pakai dan mendaur ulang sampah guna membangun iklim yang sehat di Bumi kita.

Marhtyni, S.KM, M.Kes
Pengamat Kesehatan Masyarakat Universitas Indonesia Timur.

Pos terkait