Menhan Mulai Ingatkan Potensi Berdirinya Negara Islam

MANIFESTO.com, JAKARTA– Menteri Pertahanan Ryamizard Ryacudu mulai mewaspadai berdirinya negara Islam di Indonesia.
Ia mengatakan khilafah menjadi salah satu ancaman besar bagi NKRI. Ryamizard menegaskan tidak akan segan mengerahkan TNI untuk menindak tegas mereka yang mencoba merusak NKRI dengan mendirikan negara Islam.

“Yang berani coba-coba mendirikan negara Islam, berhadapan dulu dengan tentara, tentara siap-siap saja,” kata Ryamizard di Kemenhan RI, Jakarta Pusat dikutip dari Kumparan, Kamis 9 Mei 2019.

Ryamizard mengungkapkan pemikiran soal menjadikan Indonesia sebagai negara kekhalifahan secara perlahan namun pasti mulai masuk ke Indonesia. Bahkan, kelompok tersebut menunjukkan eksistensinya pada pemilu.

Bacaan Lainnya
“Makannya agak kacau ini, waktu pemilu bergabung dengan salah satu kelompok ini (HTI), nah ini termasuk yang satu ini bahlul,” kata Ryamizard.

Ryamizard kembali menegaskan, konsep pemerintah khilafah tak sejalan dengan Pancasila. Tidak hanya di Indonesia, konsep itu pun dilarang di sejumlah negara lainnya.

“Kerajaan Arab itu khilafah tidak boleh, di Mesir ditangkap, di Malaysia tidak boleh, di negeri ini juga dong,” kata Ryamizard.

“Yang boleh cuma satu, Pancasila. Yang enggak suka ya keluar saja, gampang saja, kita enggak macam-macam, kalau enggak suka keluar,” sambungnya.

Ryamizard mengatakan TNI akan melindungi kesatuan NKRI sampai titik darah penghabisan. Tak terkecuali para purnawirawan TNI.

“Jadi (yang) mengubah-ubah itu (NKRI), berhadapan dengan tentara. Dulu yang akan mendirikan DI-TII, tentara itu yang menghalangi, sekarang pun sama,” tegasnya.

Editor: Azhar

Pos terkait