Merah Putih di Bumi Indonesia  

Pagi ini, langit biru di bumi Indonesia menyungging senyum merayakan hari jadinya sebagai negeri merdeka, negeri para pemilik nurani kebebasan dalam kehidupan yang damai, sejahtera, tentram dalam bermasyarakat.

Setiap jalan akan dipenuhi kibaran merah putih yang tampak gagah dalam berkibar meneduhkan sejenak udara Indonesia. Setiap dari kita merayakannya tentu dengan nasionalisme kita yang semoga tetap terjaga dalam diri kita masing-masing.

Bacaan Lainnya

17 Agustus yang ditandai dengan hari kemerdekaan ibu pertiwi kita ini, mengingatkan kita pada sejarah perjuangan para pendahulu kita, berjuang, melawan, merebut hingga mempertahankan kemerdekaan bagi seluruh rakyat Indonesia di seluruh penjuru tanah air.

Perjuangan ini lantas kita lanjutkan sebagai generasi penerus dalam mengisi kemerdekaan dengan hal-hal positif dalam bentuk kecintaan dan rasa hormat kita atas apa yang sudah diperoleh dan akhirnya dinikmati, mengisinya tidak dengan ‘keikutsertaan semata’ melainkan dengan keseriusan yang berwujud aksi positif dalam segala bentuk dan bidang dalam kehidupan kita.

Sebuah bangsa yang lahir dan besar serta berdiri kukuh selalu mengasumsikan adanya nilai luhur dan cita-cita yang besar menjadikannya sebagai sumber Inspirasi dan motivasi bagi segenap rakyatnya.

Bangsa Indonesia adalah bangsa dimana menghargai apa yang telah dicapai oleh para pendahulunya dengan cerdas dan sangat bijak, dan tugas selanjutnya diberikan kepada gernerasi penyambung estafet kemerdekaan menuju pembangungan dan nasionalisme yang ada di depan mata.

Namun sedikit terbesit dalam benak kita, sampaikah kita pada tujuan dan cita-cita mulia ini. Pertanyaan ini akan banyak terjawab dengan rentetan kisah suka duka dan tragedi pilu serta momentum miris yang sering terjadi mewarnai kemerdekaan kita dalam perjalanannya, potret kebhinekaan yang kian menepi.

Persoalan pemuda sebagai kaum milenial yang kian gigih dalam modernisasi meninggalkan budaya Indonesia sejatinya adalah dasar dari segala sikap dan perilaku kita. Begitu banyaknya warna dalam dunia pendidikan, persoalan kesehatan yang belum tuntas dari sabang sampai merauke menyangkut aksesabilitas, Yankes dan Faskes yang belum memadai serta kualitas dan kuantitas SDM kita yang masih berjuang merangkak mendekati kesempurnaanya.

Radikalisme, yang juga menjadi tugas tidak hanya pada para penegak hukum melainkan seluruh elemen masyarakat mesti turur berjuang. Salah satu bentuk keresahan masyarakat saat ini adalah pengikisan budaya oleh modernisasi yang merajalela menimpa kaum muda kita saat ini.

Konsep kekinian yang sering diangkat, dipublikasi bahkan direalisasi dalam keseharian anak muda, remaja calon pembaharu kita ini mesti di restart kembali sebagai sebuah pertimbangan.

Penggunaan media yang begitu mudah dan gamblang untuk mereka gunakan sebagai bentuk komunikasi sehari-hari, melahirkan kondisi yang bisa memancing permusuhan satu sama lainnya, hoaks, peyeberan vidio yang tidak sewajarnya, akses bebas dan tanpa batas, serta banyak lagi hal-hal lain yang bisa muncul sebagai sebuah ancaman masa depan yang mesti dilawan.

17 Agustus hari ini adalah 74 tahun kita menghirup udara kemerdekaan di bumi tempat kita berpijak. Adakah kita sudah memberikan kado istimewa di hari jadinya ini sebagai bentuk rasa cinta dan terima kasih kita atas segala bentuk kemerdekaan yang kita rasakan.

Refleksi ini akan kembali kepada setiap Individu yang lahir dan besar dalam hidup berbangsa dan bernegara di Indonesia. Dirgahayu bangsaku, yang kucintai, kubanggakan dan kuhormati dalam setiap langkah dan ayunan kaki yang akan ku ukir di bumi yang ku pijaki.

## Ditulis oleh Westy Tenriawi

 

Pos terkait