MANIFESTO, MAKASSAR – Partai Gelora belum mampu mendudukkan kadernya di Senayan karena urung menembus ambang batas parlementheary treshold (PT). Jangankan di Senayan, kursi di DPRD Sulsel juga tak kebagian untuk partai besutan Anis Matta itu.
Meski demikian, Gelora mampu meraih 10 kursi DPRD di enam kabupaten/kota. Perolehan ini terbilang lumayan sebagai partai baru yang ikut Pemilu pertama kalinya. Setidaknya, Gelora unggul dari capaian PSI di Sulsel yang hanya mengoleksi dua kursi di Toraja Utara.
Jubir DPW Gelora Sulsel, Arif Mahmuda mengatakan partainya belum mampu mendudukkan kader di DPRD Provinsi. Begitu pun untuk DPR RI, tidak ada yang lolos.
“Kabupaten/kota yang ada kursinya, provinsi juga tidak ada,” kata Arif Mahmuda. Meski begitu, pihaknya mengapresiasi perjuangan seluruh Caleg yang sudah berjuang.
Gelora paling banyak mendudukkan kader di Takalar dengan jumlah 3 kursi. Disusul Pinrang dan Parepare masing-masing 2 kursi.
Menariknya, Gelora mampu meraih satu kursi 1 di Tana Toraja. Selain itu, mereka juga mampu mendapatkan 1 kursi di Wajo dan 1 kursi di Luwu Timur.
Dengan raihan itu, Gelora membuka kans kembali kadernya untuk diusung di Pilkada, khususnya Takalar. Apalagi, Ketua DPW Gelora Syamsari Kitta berstatus sebagai incumbent Bupati Takalar, meski telah melepaskan jabatannya sejak 22 Desember 2022 lalu.
Editor: Rahmat



