MUI Takalar Mulai “Larang” Salat Berjamaah di Masjid

judul gambar

MANIFESTO, TAKALAR– Majelis Ulama Indonesia (MUI) Takalar mengeluarkan fatwa peniadaan salat berjamaah di masjid menyusul wabah corona atau Covid 19 yang mulai masuk di daerah yang berbatasan langsung dengan Makassar ini.

Fatwa No: 06/SH/MUI/III/2020 ini menyusul fatwa MUI pusat yang menerbitkan keputusan serupa sejak dua pekan sebelumnya. Penerbitan fatwa larangan salat berjamaah di masjid, termasuk salat Jumat ini sebagai upaya untuk menghentikan penyebaran Covid 19 yang sudah berada pada taraf mengkhawatirkan.

Bacaan Lainnya

“Kami dari MUI Takalar telah mengeluarkan fatwa untuk mencegah penyebaran virus corona di Takalar, kita sudah putuskan mulai hari Jumat tertanggal 3 April 2020 seluruh masjid di Kabupaten Takalar meniadakan salat Jum’at serta salat- salat lainya di masjid,” kata Ketua MUI Takalar Ust Hasid Hasan Palogai saat hadir dalam pertemuan bersama Pemkab Takalar membahas penanganan Covid 19, Senin 30 Maret 2020.

Pelarangan salat Jumat dan salat berjamaah di masjid oleh MUI Takalar sampai batas waktu yang tak ditentukan. Umat Islam akan dibolehkan kembali menggelar rutinitas salat berjamaah di masjid setelah wabah corona berlalu dan kondisi kembali membaik.

“Peniadaan salat berjamaah sampai kondisi memungkinkan, insyaallah wabah ini akan segera berlalu, saya kira itu harapan kita bersama,” kata mantan Ketua NU Takalar itu.

Hasid pun mengimbau kepada warga Takalar untuk melaksanakan salat berjamaah bersama anggota keluarganya di rumah masing- masing sampai kondisi kembali aman. MUI Takalar mengeluarkan fatwa usai mendapatkan pertimbangan Dinkes Takalar dan tetap mengacu kepada fatwa MUI pusat dan Maklumat Kapolri, serta surat edaran Bupati Takalar.

“Barusan kita rapat bersama semua jajaran MUI Takalar dan menyepakati itu, saya kira ini untuk kebaikan kita bersama dan insyaallah situasi ini akan segera berlalu,” kata anggota MUI Takalar Djusalim Sammak.

Editor: Azhar

 

judul gambarjudul gambar

Pos terkait