MANIFESTO, MAKASSAR- Ketua DPD II Golkar Kota Makassar Munafri Arifuddin diam- diam mengincar kursi Ketua DPD I Golkar Sulsel. Walikota Makassar itu pun sudah mulai membangun komunikasi dengan sejumlah Ketua DPD II Golkar kabupaten/kota.
Bahkan, sekaitan dengan dukungan, beberapa tinggal menunggu eksekusi akhir saja. Sebagai kader Golkar, Appi yang baru saja memenangkan Pilkada Makassar menegaskan siap jika memang peluang itu ada.
“Komunikasi dengan teman-teman DPD II juga jalan terus, apalagi, kan, beberapa menjadi kepala daerah dan sebagian ada yang bersamaan kami saat menjadi Ketua Golkar,” ujarnya, Rabu 9 April 2025.
Wali Kota Makassar itu menegaskan, dirinya akan mengikuti arahan DPP dan DPD I Golkar Sulsel. Jika perintah resmi sudah turun, dia siap menjalankan keputusan tanpa ragu-ragu.
Bahkan pria yang akrab disapa Appi itu menekankan, pencalonannya untuk ambil bagian dalam musda ini tidak didasarkan pada ambisi pribadi, melainkan pada peta dukungan di daerah.
“Kalau perintah DPP, kita langsung jalan. Juga harus bicara dulu dengan DPD II yang lain untuk memastikan apakah mereka bisa mendukung atau tidak,” jelasnya.
Namun begitu, Ketua IKA FH Unhas itu mengaku tidak terburu-buru dalam mengambil langkah. Dia akan lebih dulu memastikan dukungan dari mayoritas pemilik suara.
“Kita baru mau mencari dukungan. Kalau tidak ada yang mendukung, percuma juga. Kalau didukung DPD II, kita maju terus,” jelasnya.
Menurutnya, peluang politik harus dibaca dengan cermat. Jika mayoritas DPD II memberikan dukungan, peluangnya untuk maju semakin besar. Namun, jika dukungan hanya datang dari segelintir daerah, dia juga tidak segan untuk melepas keinginannya itu.
“Kalau ada 20 dari 24 kabupaten/kota mendukung, maka tentu kami punya kesempatan besar. Tapi kalau hanya tiga yang mendukung, sementara kandidat lain sudah didukung 20 daerah, ya, tentu kita mundur,” tegasnya.
Selain itu, Appi juga mempertimbangkan dampak pencalonannya terhadap tugasnya sebagai Wali Kota Makassar. Dia menekankan, menjadi Ketua DPD I Golkar Sulsel harus selaras dengan tanggung jawabnya dalam pemerintahan.
“Kami harus melihat apakah ini bisa membantu tugas-tugas pemerintahan atau justru membagi fokus. Kalau tidak mengganggu, tentu akan kita pertimbangkan,” imbuhnya.
Dia juga mengakui telah membuka komunikasi dengan beberapa tokoh yang namanya sempat mencuat, termasuk Ilham Arief Sirajuddin (IAS). “Saya sempat bicara dengan Pak IAS, dia bilang berencana mau maju. Saya jawab, saya tinggal menunggu keputusan DPP. Kalau DPP bilang maju, ya, maju,” kata dia.
Kiprah Munafri di dunia politik ini juga sempat mendapat dukungan dari tokoh senior Golkar, Aksa Mahmud. Aksa mengaku sudah merestui langkah Appi di dunia politik, termasuk pemerintahan.
”Saya itu sudah memberi restu kepada dua anak saya untuk berkarier di politik. Pertama, Erwin saya restui di tingkat pusat dan Appi di daerah,” kata dia.
Editor: Azhar



