Naik Drastis! Tujuh Warga Takalar Tertular Covid 19 dalam Sepekan Terakhir

  • Whatsapp
Salah seorang pasien corona mendapatkan perawatan intensif di RS. (Int)
Salah seorang pasien corona mendapatkan perawatan intensif di RS. (Int)

MANIFESTO, TAKALAR– Pekan terakhir di bulan Mei menjadi hari- hari yang sangat mengkhawatirkan bagi penularan Covid 19 di Takalar. Bayangkan, jika dalam sepekan, tujuh warga Takalar dinyatakan terpapar virus corona.

Artinya, dalam setiap hari ada warga Takalar yang terjangkit virus berbahaya itu. Angka itu sangat fantastis karena setengah dari jumlah kasus corona di Takalar selama tiga bulan terakhir.  

Bacaan Lainnya

Dimulai dari, H, 65, warga Jalan Pallantikang, Kelurahan Pattalassang, Kecamatan Pattalassang dinyatakan tertular Covid 19, Senin 25 Mei 2020. Perempuan bergelar haji itu positif berselang dua hari meninggalnya anaknya, ES, 37, yang divonis telah terpapar corona. H pun dibawa ke Hotel Grand Palace Makassar untuk menjalani isolasi mandiri.

Dua hari berselang, S, 38, perawat Rumah Sakit Umum Pusat (RSUP) Wahidin Sudiro Husodo, Makassar dinyatakan positif Covid 19, Rabu 27 Mei 2020. Saat ini, perawat asal dusun Nambowa, desa Bentang, kecamatan Galesong Selatan, Takalar sedang dirawat intensif di RSUP Wahidin. Perawat itu diketahui tertular dari pasien Covid 19 yang selama ini dirawat-nya.

Keesokan harinya, giliran R, 29, warga dusun Bolo, desa Banggae, kecamatan Mangarabombang, Takalar diketahui terjangkit Covid 19 usai hasil swab testnya keluar. Sebelum terpapar, suami R terlebih dahulu diketahui reaktif Covid 19 saat melakukan rappid test di tempatnya bekerja di salah satu perusahaan di KIMA, Makassar. R pun dijemput oleh Tim Gugus Covid Takalar dan dibawa ke Hotel Grand Palace Makassar untuk menjalani masa karantina.  

Tak berhenti, Jumat 29  Mei 2020, KT, 47, Warga Parang Labbua, kelurahan Bulukunyi, kecamatan Polongbangkeng Selatan dnyatakan positif. Ibu rumah tangga yang saat ini dirawat di RS Dadi Makassar diduga tertular virus corona usai melayat ke tetangganya yang meninggal dua pekan lalu. Sepekan berlalu, KT kembali melayat ke tetangganya yang meninggal. Dalam dua kematian itu, banyak kerabat almarhum yang datang dari Makassar.       

Berselang dua hari, HN, 44, adik kandung KT di Parang Labbua, Bulukunyi juga dinyatakan positif usai menjalani swab test. HN adalah perempuan yang merawat KT selama sakit beberapa hari terakhir sebelum kakaknya divonis terjangkit Covid 19.  

Di hari yang sama, Kepala Puskesmas (PKM) Tonrorita, kecamatan Biringbulu, Gowa, S, 48, dinyatakan positif terjangkit Covid 19, Ahad 31 Mei 2020. Warga desa Massamaturu, kecamatan Polongbangkeng Utara, Takalar itu saat ini sedang dirawat intensif di RS Labuang Baji, Makassar. Rahmawati mengatakan, Kepala PKM di Gowa itu diduga tertular akibat trasmisi lokal di tempat kerja di Gowa.

Terakhir, M, 51, warga Salaka, kecamatan Pattalassang, divonis terjangkit corona. M adalah isri Nur Alim Daeng Talli, 51, yang telah dinyatakan kembali positif Covid 19.

“Secara keseluruhan sudah 15 kasus, ini menjadi pelajaran kepada kita semua agar senantiasa berhati- hati dari penularan Covid 19, jangan kita lalai, dan yang terpenting adalah senantiasa menjalankan protokoler kesehatan Covid 19, mengenakan masker, rajin cuci tangan, jaga jarak, dan menghindari kerumunan,” kata Ketua Harian Gugus Covid 19 Takalar, dr Rahmawati, Senin 1 Juni 2020.

Berdasarkan fakta ini, Dinkes Sulsel pun masih mamasukkan Takalar sebagai daerah rawan penularan Covid 19. Takalar bersama Gowa, Makassar, Maros, Parepare, Sidrap, Bone, Sinjai, Luwu, Palopo, Luwu Utara, dan Luwu Timur dianggap belum aman dari bahaya virus mematikan itu.

Editor: Azhar

Pos terkait