Napi PDP Covid 19 di Makassar Meninggal Dunia  

judul gambar

MANIFESTO, MAKASSAR– IBH, 44, narapidana Rutan Kelas I Makassar  yang merupakan pasien dalam pengawasan (PDP) virus corona atau Covid 19 meninggal dunia di Rumah Sakit Dadi, Makassar, Sulawesi Selatan, Sabtu 11 April 2020.

“Karena pasien ini memiliki riwayat penyakit Diabetes Mellitus sehingga berdasarkan SOP Rumah Sakit Dadi, pasien ini dikategorikan PDP Covid-19. Satgas Covid-19 Sulsel juga sudah mencatatnya dalam daftar PDP,” kata Kepala Rutan Kelas I Makassar, Sulistyadi dikutip dari CNN Indonesia, Minggu (12/4).

Bacaan Lainnya

Sulistyadi mengatakan IBH merupakan narapidana kasus narkoba yang divonis 4 tahun penjara. IBH sempat dirawat tim medis rutan saat mulai merasa sakit. Setelah didiagnosa, IBH mengidap diabetes sejak Desember 2019 dan ada luka di betis kanannya.

Mulanya, IBH hanya menjalani rawat jalan dari rutan ke rumah sakit. Namun, tim medis rutan merujuk ke RS Bhayangkara lantaran kondisi IBH semakin lemas serta nafsu makan menurun.

IBH lalu diopname beberapa hari. Tidak kunjung membaik, IBH lalu dirujuk ke RS Dadi Makassar. Diketahui, RS Dadi merupakan rumah sakit yang ditunjuk Pemprov Sulsel sebagai tempat awal pengecekan pasien corona di Makassar.

“Karena pasien ini memiliki riwayat penyakit Diabetes Mellitus sehingga berdasarkan SOP Rumah Sakit Dadi, pasien ini dikategorikan PDP Covid-19. Satgas Covid-19 Sulsel juga sudah mencatatnya dalam daftar PDP,” ujar Sulistyadi.

IBH belum sempat dites swab mau pun rapid test atau uji cepat virus corona. Dia meninggal dunia terlebih dahulu sebelum tes dilakukan di RS Dadi, Makassar.

“Kami sudah melakukan serah terima jenazah dengan pihak keluarga dan diterima dengan baik. Jenazah dimakamkan di lokasi pemakaman milik Pemprov Sulsel di poros Macanda, Gowa. Saat ini Rutan dalam situasi yang kondusif,” pungkas Sulistyadi.

IBH merupakan narapidana berstatus PDP corona yang meninggal dunia. Selain IBH, belum pernah ada narapidana berstatus PDP mau pun positif yang meninggal dunia.

Pemerintah pusat sendiri telah berupaya mencegah penularan corona di rutan dan lapas. Salah satu langkah yang dilakukan adalah memberikan pembebasan lewat asimilasi terhadap lebih dari 30 ribu narapidana.

Pemerintah pusat juga menghentikan kunjungan terhadap narapidana di rutan di wilayah zona merah corona. Keputusan diambil guna mencegah virus corona dari luar rutan.

Sumber: CNN

judul gambarjudul gambar

Pos terkait