Paket Indira, Rahman Pina Lobi PKS Gabung Koalisi Besar di Pilwali Makassar

Calon walikota Makassar Rahman Pina bertemu dengan ketua DPW PKS Sulsel Amri Arsyid di Kafe Mama, Kamis 13 Juni 2024. (Ist)
Calon walikota Makassar Rahman Pina bertemu dengan ketua DPW PKS Sulsel Amri Arsyid di Kafe Mama, Kamis 13 Juni 2024. (Ist)

MANIFESTO, MAKASSAR- Meski belum mengumumkan secara resmi berpasangan, calon walikota Makassar Rahman Pina dan Indira Yusuf Ismail sudah mulai menggagas koalisi besar di Pilwali Makassar 27 November mendatang.

Rahman Pina pun saat ini fokus mengejar rekomendasi sejumlah partai, di antaranya PKS untuk bergabung dalam koalisi. Ketua Fraksi Golkar DPRD Sulsel itu pun bertemu ketua DPW PKS Sulsel Amri Arsyid untuk membahas rencana keduanya di Kafe Mama, jalan Bau Mangga, Panakukang, Kamis 13 Juni 2023.

Bacaan Lainnya

“Sesama politisi harus perbanyak silaturrahmi. Saya berkawan baik dengan pak Ustads Amri, karena politik itu harus dibicarakan. Saya tentu saja berharap PKS bisa masuk koalisi besar yang sementara kita gagas dengan ibu Indira,” kata Rahman Pina saat dikonfirmasi wartawan.

Baik Indira, Rahman Pina pun mengaku memiliki pandangan yang sama dengan PKS terkait masa depan kota Makassar. Pandangan yang sama, bahwa pembangunan di Makassar harus dilanjutkan.

“Saya dan ibu Indira memiliki cara pandang yang sama dengan PKS, Pandangan yang sama, bahwa pembangunan di Makassar harus dilanjutkan. Ini demi rakyat Makassar. Makanya tidak boleh coba coba sehingga untuk berkoalisi di Pilwali saya kira tidak sulit,” sambung calon walikota yang dengan tagline Bukan Coba Coba itu.

Hanya saja kata mantan anggota DPRD Makassar dua periode itu, Ketua PKS Sulsel sangat berharap ada kader PKS yang ikut kontestasi. Apalagi, Amri juga memiliki niatan maju di kontestasi lima tahunan itu.

“Tapi saya senang beliau sampaikan dalam politik tak ada yang tidak mungkin. Tidak ada harga mati. Jadi semua masih cair,” katanya.

Sekadar diketahui, baik Rahman Pina maupun Indira Yusuf Ismail, sama sama telah mengembalikan formulir di PKS, Hanura dan PDI Perjuangan.

Editor: Azhar

Pos terkait