MANIFESTO, JAKARTA- suaraya.news — Pemerintah Provinsi Sulsel di bawah kepemimpinan Andi Sudirman Sulaiman sebagai Gubernur menyabet dua Penghargaan Pembangunan Daerah (PPD) yang diselenggarakan oleh Kementerian Perencanaan Pembangunan Nasional Republik Indonesia/Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas).
Kedua penghargaan itu adalah penghargaan khusus Ekonomi Hijau dan Rendah Karbon Tahun 2022, dan Penghargaan Pembangunan Daerah Tahun 2022. Penghargaan ini diserahkan langsung Menteri PPN/Kepala Bappenas, Suharso Monoarfa di Jakarta.
Kepala Bappelitbangda Provinsi Sulsel, Andi Darmawan Bintang mewakili Gubernur Sulsel mengatakan, Pemerintah Pusat menilai Pemerintah Provinsi Sulsel memiliki komitmen yang kuat dalam mendukung dan implementasi PRK / Low Carbon Development Indonesia (LCDI). Dukungan dan komitmen diwujudkan dalam bentuk Menyusun dokumen kaji ulang rencana Aksi Daerah Penurunan Emisi Gas Rumah Kaca (RAD-GRK) Sulsel.
“Kami Telah menindaklanjuti LCDI dengan menetapkan Pokja Pembangunan Rendah Karbon (PRK) sejak tahun 2018 hingga tahun 2022. SK Pokja Pembangunan rendah Karbon untuk tahun 2022 ditetapkan dengan Keputusan Gubernur Nomor 949/IV/Tahun 2022. Di mana anggota Pokja telah melibatkan para pihak yang terdiri dari OPD (sektor Lahan, Pertanian, Energi dan Limbah), Universitas dan NGO lokal,” ungkap Andi Darmawan Bintang di Jakarta, Kamis, 29 September 2022.
Selain itu, Pemprov Sulsel juga dinilai mampu menggiatkan dan berperan aktif dalam melakukan pemantauan, evaluasi, dan pelaporan kegiatan mitigasi yang dilakukan Pemprov menggunakan anggaran APBD dengan sistem PEP online yang saat ini dikenal dengan AKSARA.
Pemprov Sulsel melalui Pokja PRK telah melakukan penginputan kegiatan mitigasi sejak tahun 2010 hingga tahun 2020.
“Pemprov Sulsel juga dinilai mampu menanggapi isu-isu lingkungan hidup dan perubahan iklim kedalam RPJMD Sulsel Tahun 2019-2023 dan menjadikan potensi penurunan emisi sebagai salah satu indikator sasaran pada Misi 5 RPJMD,” terang Darmawan Bintang.
Darmawan Bintang juga mengungkapkan, bahwa Bappenas menilai Pemprov Sulsel mampu meningkatkan produktivitas dan daya saing produk sumber daya alam yang berkelanjutan dengan sasaran terpeliharanya kualitas lingkungan hidup serta kemampuan adaptasi dan mitigasi perubahan iklim.
“Inisiai integrasi PRK/LCDI telah dilakukan di Provinsi Sulsel dengan memasukkan target penurunan emisi gas rumah kaca sebagai indikator kinerja (IKU) sebesar 1,347 juta ton CO2 Equivalen hingga tahun 2023 (akhir RPJMD),” tandas Darmawan Bintang.
Editor: Azhar



