Plt Gubernur Sulsel: Vaksin Moderna Hanya untuk Tenaga Kesehatan

Plt Gubernur Sulsel Andi Sudirman menegaskan jika vaksin moderna hanya untuk tenaga kesehatan. (Int)
Plt Gubernur Sulsel Andi Sudirman menegaskan jika vaksin moderna hanya untuk tenaga kesehatan. (Int)
judul gambar

MANIFESTO, MAKASSAR – Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan mulai memberikan vaksin dosis ke-III kepada para tenaga kesehatan (nakes) dan tenaga penunjang pelayanan di rumah sakit.

Pll Gubernur Sulsel, Andi Sudirman Sulaiman mengatakan jenis vaksin yang dipakai untuk dosis ke- III ini merupakan Moderna yang berasal dari Amerika Serikat.

Bacaan Lainnya

“Vaksin hari ini alhamdulillah kita dapat Moderna. Sebenarnya sudah berjalan kemarin dan juga sudah disosialisasikan dua hari sebelumnya dan hari ini kita launching saja untuk vaksin ketiga booster untuk nakes,” kata Sudirman usai menghadiri pembukaan vaksinasi dosis ke – III bagi nakes di Rumah Sakit, Dadi Makassar, Senin, 2 Agustus 2021.

Adapun jumlah vaksin yang diterima Pemprov Sulsel sebanyak 3.370 vial vaksin Moderna dan vaksin Sinovac sekitar 20.000 vial.

“Untuk Moderna (sebanyak) 3.370 itu disiapkan saja sebagai booster. Alhamdulillah kita juga dapat Vaksin Sinovac sudah turun sekitar kurang lebih 20.000,” jelas Andi Sudirman.

Ia menegaskan bahwa vaksin Moderna yang diterima hanya diperuntukkan bagi nakes yang berhadapan langsung dengan pasien Covid-19.

“Saya sepakat bagi rumah sakit yang tidak melayani (pasien) Covid-19, tunggu dulu, yang menangani Covid dulu tauwwa,” ujarnya.

“Bahkan saya meminta bagi rumah sakit besar kalau belum menangani Covid, itu prioritas kedua, prioritas pertama itu yang berhadapan langsung dengan pasien Covid-19,” tambahnya.

Ia juga menyebutkan jika vaksinasi dosis ke – III para nakes sudah selesai, target selanjutnya akan direncakan.

“Kita prioritaskan nakes dulu, jika sudah, nanti kita pikirkan prioritas kedua, apakah guru, nanti kita lihat,” ungkapnya.

Senada dengan itu, anggota Komisi IX DPR-RI, Aliyah Mustika Ilham, mengatakan secara tegas bagi para pejabat untuk tidak memaksakan kehendak atas vaksin dosis ke-III atau booster ini.

“Mohon dengan sangat dimanfaatkan sebaik-baiknya kepada para nakes. Mohon maaf, saya tidak menyetujui kalau ada keluarga pejabat yang divaksin booster,” kata Aliyah.

Ia menambahkan vaksin jenis Moderna atau booster ini berjumlah sangat terbatas, jadi untuk saat ini diprioritaskan untuk para nakes dulu.

“Tolong laporkan pada kami karena inilah posisi kami sebagai pengawas, sebagai wakil rakyat. Kenapa? Karena vaksin ini diperuntukkan untuk nakes dulu. Nantilah kalau ada lebihnya barulah. Saya juga dapat titipan ‘ibu kalau ada lebih’. Saya juga nggak berani,” pungkasnya.

Editor: Azhar

judul gambarjudul gambar

Pos terkait