Prabowo Datang ke Makassar Disambut Mentan dan Pj Gubernur Sulsel

judul gambar

MANIFESTO, MAKASSAR–‎ Bakal calon presiden Koalisi Indonesia Maju (KIM), Prabowo Subiato, menggelar kunjungan ke Kota Makassar, Sulawesi Selatan (Selsel). Mantan Danjen Kopassus itu mendarat di Landasan Udara (Lanud) Sultan Hasanuddin, Makassar, Sulawesi Selatan (Sulsel) pada Sabtu (4/11).

Sejumlah tokoh Sulsel menyambut kedatangan Prabowo di Lanud. Mereka antara lain Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman sebagai kolega Prabowo di Kabinet Indonesia Maju. Lalu, ada Pj Gubernur Sulsel Bahtiar Baharuddin sebagai tuan rumah.

Bacaan Lainnya

Kemuduian Wakil Ketua Komisi V DPR RI Fraksi Gerindra sekaligus Ketua DPD Gerindra Sulsel Andi Iwan Darmawan Aras, Wakil Ketua DPRD Sulsel sekaligus Sekretaris DPD Gerindra Sulsel Darmawangsyah Muin, dan Anggota DPR RI Fraksi Gerindra La Tinro La Tunrung.

Prabowo Subianto datang ke Makassar memenuhi undangan Ikatan Cendekiawan Muslim Indonesia (ICMI). Ketua Umum Partai Gerindra itu ditantang memaparkan visi misi tentang membangun Kawasan Timur Indonesia di depan cendekiawan se-Indonesia.

Forum ICMI kali ini bertema Dialog Cendekia yang digelar di Hotel Four Points By Sheraton Jalan Andi Djemma Kota Makassar, Sabtu (4/11).

Prabowo Subianto bergantian dengan Ganjar Pranowo dan Anies Baswedan memaparkan gagasan tentang Indonesia Timur.

Kota Makassar sendiri jadi panggung tokoh cendekiawan nasional pada 3 sampai 5 November 2023 pekan depan. Kota Anging Mammiri ditunjuk jadi lokasi Silaturahmi Kerja Nasional (SILAKNAS) 2023 Ikatan Cendekiawan Muslim Indonesia (ICMI).

“Tema dialog cendekia ini yakni Pengembangan Indonesia Timur. Kita ingin mendengarkan gagasan para capres bagaimana membangun Kawasan Timur Indonesia,” kata Ketua ICMI Sulsel, Prof. Arismunadar.

Guru besar Universitas Negeri Makassar itu mengungkapkan Kawasan Timur Indonesia relatif tertinggal dibanding Kawasan Barat Indonesia.

Hal itu merujuk pada data sebaran daerah tertinggal yang dirilis Kementerian Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi.

Data dirilis menunjukkan sebanyak 84 persen daerah tertinggal berada di kawasan Timur. Dari 122 desa tertinggal, 102 di antaranya berada kawasan Timur. Sisanya hanya 20 desa saja ada di Indonesia Barat dan tengah.

“Kita berharap forum ini merangsang para calon presiden, apa visi, misi, dan program cerdas para calon pemimpin bangsa untuk membangun Indonesia Timur agar setara dengan Indonesia Barat,” kata Prof. Arismunandar.

Editor: Azhar

judul gambarjudul gambar

Pos terkait