Pria yang Hobi Selfie Berpotensi Gila, Ini Penjelasannya

MANIFESTO.com – Sifat narsis untuk membanggakan diri sendiri biasanya ditunjukkan dengan berselfie lalu di posting di media sosial. Sebuah hasil studi terbaru bahwa pria yang hobi selfie tingkat hormon stressnya menjadi lebih tinggi sehingga memicu kegilaan.

Peneliti dari Universities of Michigan and Virginia menemukan laki-laki dengan skor tinggi untuk sifat narsis yang terlalu mengeksploitasi diri memiliki kadar hormon stres kortisol yang lebih tinggi.

Bacaan Lainnya

Kadar hormon yang tinggi ini mengakibatkan tekanan darah tinggi dan masalah jantung. Sementara itu respons hormon stres kortisol ini tidak ditemukan pada partisipan yang perempuan.

“Kami biasanya melihat narsisme sebagai ciri kepribadian yang buruk bagi orang lain. Tapi penelitian ini mendapatkan bahwa sifat tersebut juga bisa berdampak buruk bagi orang narsis itu sendiri,” ujar Sara Konrath, peneliti dari University of Michigan’s Institute for Social Research, seperti dikutip dari HealthDay.

Selain itu, hasil penelitian yang dilakukan oleh Universitas Ohio, Amerika Serikat, mengungkapkan bahwa pria yang senang narsis dan selfie berpotensi kelainan jiwa atau psikopat. Jiwa dari pria yang kecanduan selfie ternyata haus perhatian dan empati dari orang lain, apalagi saat foto selfie-nya dibagikan dalam akun sosmednya.

Penelitian ini dilakukan dengan mengadakan survei online pada 800 pria yang berusia antara 18-40 tahun. Para responden diberi pertanyaan mengenai kebiasaan mereka saat menggunakan sosila media.

Pertanyaan ini dibuat untuk mengukur tingkat obsesi terhadap diri sendiri, potensi psychopatic (semua hal buruk, salah satunya kurang empati), dan objektivikasi diri. Apa itu objektivikasi diri? Ialah perilaku yang menjadikan diri sendiri sebagai sebuah benda atau objek, dengan kata lain ngak memanusiakan diri sendiri. Perilaku ini akan membuat seseorang mengalami depresi, kelainan makan, dan kehilangan performa kognitif.

Hasil survei menunjukkan adanya hubungan antara atribut kepribadian pria dan jumlah selfie yang dibagikan ke dalam akun sosmednya. Peneliti mengatakan bahwa semakin banyak foto selfie yang di-posting seorang pria, semakin tinggi tingkat narsis yang ia miliki, dan bisa berujung pada perilaku psikopat.

Konrath dan rekan memberikan 40 pertanyaan kuesioner untuk 106 mahasiswa yang mengukur 5 komponen dari narsisme. Selain itu peneliti mengukur kadar kortisol dalam air liur partisipan. Kadar kortisol ini bisa menjadi sinyal aktivitas dari hypothalamic-pituitary-adrenal (HPA) dan respons tubuh terhadap stres.

Konrath berspekulasi respons stres yang terjadi pada laki-laki ini karena adanya sifat dominasi dan maskulinitas di lingkungan sosial yang bisa membuat laki-laki menjadi lebih rentan secara fisiologis.

“Orang dengan narsisme tertentu sangat didorong untuk menjadi sempurna sehingga kadang menempatkan dirinya pada situasi dengan tingkat stres tinggi, kondisi ini bisa memperburuk kesehatannya,” ujar Dr Mark Russ, direktur layanan psikiatri di Zucker Hillside Hospital, New York.

Sumber : Internet

Pos terkait