Rapat Pleno Ala Kadir Halid Cs, Sekretaris Golkar Sulsel: Itu Ilegal!

judul gambar

MANIFESTO, MAKASSAR – Sekretaris DPD I Partai Golkar Sulsel, Marzuki Wadeng menegaskan, rapat yang diklaim rapat pleno ala Ketua Harian Golkar Sulsel Kadir Halid, Kamis 21 Juli 2022, ilegal.

Marzuki Wadeng menjelaskan, tidak ada dalam aturan, rapat pleno atas nama Golkar Sulsel tanpa pendelegasian dari ketua Golkar Sulsel Taufan Pawe dan sekretaris Andi Marzuki Wadeng.

Bacaan Lainnya

“Rapat kemarin itu jelas ilegal. Tidak sah. Bukan rapat Golkar Sulsel. Karena di dalam aturan, undangan rapat pleno harus ditandatangani ketua dan sekretaris,” katanya kepada media, Jumat 22 Juli 2022.

Politisi senior itu memastikan rapat yang dihadiri sekitar sepuluan orang tersebut abal-abal dan menunjukkan kedangkalan pahaman atas mekanisme organisasi. Mantan anggota DPRD Sulsel itu menjelaskan, berdasarkan AD/ART Partai Golkar, ketua harian hanya menjalankan tugasnya jika telah mendapat rekomendasi dari ketua.

“Kalau ada tugas yang diberikan ketua, baru ketua harian melaksanakan tugas. Kalau ini kan tidak ada,” kata Marzuki.

Marzuki menegaskan, apapun hasil pembahasan Kadir Halid cs tidak mempengaruhi Golkar Sulsel dalam menjalankan agendanya.

“Jadi apapun yang dibicarakan disitu bukan rapat pleno. Hanya pembahasan kelompok mereka sendiri. Tidak berpengaruh untuk Golkar Sulsel,” katanya.

Sekretaris Golkar Sulsel Andi Marzuki Wadeng. (Int)

Tidak sampai disitu, Marzuki Wadeng menilai, Kadir Halid telah melanggar kode etik dengan berani membuat surat undangan ilegal mengatasnamakan undangan rapat pleno Golkar Sulsel.

“Saya sudah cek nomor suratnya itu fiktif tidak terdaftar. Mereka bikin sendiri. Tdak sesuai nomor surat yang ada di agenda sekretariat Golkar Sulsel,” pungkasnya.

Sebelumnya Wakil Sekretaris DPD I Partai Golkar Sulsel, Nasran Mone mengaku heran dengan aksi Kadir Halid CS. Di sisi lain kubu Nurdin Halid menggugat kepengurusan Golkar Sulsel di bawah komando Taufan Pawe, namun secara bersamaan tetap ingin menjalankan fungsionaris partai.

“SK kepengurusan digugat, di sisi lain mereka minta pleno, kalau menggugat kan artinya tidak menerima SK itu. Ini gerakan maksudnya apa ?” ujar Nasran yang juga mantan anggota DPRD Makassar tiga periode.

Sebelum menggelar rapat yang mereka klaim rapat pleno, puluhan orang yang diduga orang- orang Kadir Halid menggereduk kantor DPD I Partai Golkar Sulsel. Mereka pun merusak pagar kantor Golkar Sulsel dan merangsek masuk ke halaman kantor. Sayangnya, massa yang datang tertahan di halaman kantor Golkar karena kesigapan pengurus AMPG Sulsel yang juga telah bersiaga di lokasi.

Kedatangan massa yang diduga orang- orang Kadir Halid itu sebagai bagian dari upaya Kadir Halid cs memaksakan untuk menggelar rapat pleno.

“Tadi pak Kadir Halid datang ingin memaksakan rapat pleno, ada juga massa yang datang, kita duga ada upaya pemaksaaan yang sangat tidak etis untuk menggelar pleno,” kata Wakil Ketua Bidang Siaga Karya AMPG Sulsel Muhammad Saleh yang bersiaga di kantor Golkar Sulsel.

Selama Taufan Pawe memimpin Golkar Sulsel, kubu Kadir Halid cs terus berusaha dengan bermacam cara menggoyang kursi Walikota Parepare itu. Aksi kubu Kadir Halid cs itu berlangsung di tengah persiapan pelaksanaan Liga Beringin yang digagas Taufan Pawe.

Editor: Azhar

judul gambarjudul gambar

Pos terkait