Selamat! Pelabuhan Makassar Raih Rapor Hijau Penilaian Stranas PK

judul gambar

MANIFESTO, MAKASSAR – Pelabuhan Makassar menerima rapor hijau pada penilaian Strategi Nasional Pencegahan Korupsi (Stranas PK). Dari total 14 pelabuhan yang masuk penilaian, hanya tujuh yang mendapatkan rapor hijau, termasuk Pelabuhan Makassar.

Enam pelabuhan lain yang menerima rapor hijau adalah Pelabuhan Cilegon, Pelabuhan Tanjung Mas, Pelabuhan Tanjung Perak, Pelabuhan Balikpapan, Pelabuhan Samarinda, dan Pelabuhan Kendari. Apresiasi ini diberikan bertepatan dengan Hari Anti Korupsi Sedunia (Hakordia) yang jatuh pada 9 Desember lalu, sekaligus peluncuran kanal JAGA.id.

Bacaan Lainnya

Direktur Jenderal Perhubungan Laut Kemenhub RI, Arif Toha, mengapresiasi pelabuhan-pelabuhan yang mendapatkan rapor hijau. Ia berpesan agar tidak berpuas diri dan pelayanan terus ditingkatkan agar dapat lebih baik lagi.

“Saya apresiasi kepada tujuh pelabuhan yang mendapatkan rapor hijau dari Stranas PK, jangan berpuas diri, terus tingkatkan pelayanan yang lebih baik lagi,” ujar dia, dalam keterangan persnya.

Arif juga menekankan pentingnya keterlibatan stakeholder terkait, selain kehadiran Stranas PK dalam upaya pembenahan pelabuhan. Adapun pihak-pihak terkait seperti Kemenkomarvest, KSP, Bea Cukai, Balai Karantina, Imigrasi, Kementerian KKP dan kementerian/lembaga terkait lainnya.

Sekadar diketahui, penilaian Stranas PK dilatarbelakangi upaya mendorong aksi pemangkasan birokrasi dan peningkatan layanan di 14 kawasan pelabuhan pada 2021-2022. Mulai dari penyederhanaan alur pelayanan, penerapan transparansi dan standarisasi prosedur layanan melalui sistem elektronik, serta penguatan pengawasan dan mengakomodasi pengaduan masyarakat.

Kepala Balai Besar Karantina Pertanian Makassar, Lutfie Natsir, yang turut hadir pada acara pembagian rapor Stranas PK mengaku sangat bangga dengan pencapaian yang diraih Pelabuhan Makassar. Torehan prestasi itu dapat dicapai tentunya karena adanya sinergi yang baik antara entitas di Pelabuhan Makassar dan diharapkan dapat terus terjaga.

“Adanya aksi Stranas PK ini merupakan perwujudan pelayanan di pelabuhan untuk mengefisienkan biaya dan waktu layanan serta repetisi dan duplikasi dokumen, sehingga memudahkan dunia usaha dalam berinvestasi dan aktivitas usaha,” katanya.

Eks Kepala Inspektorat Sulsel ini menyebut capaian rapor hijau tentunya tidak akan membuat pihaknya berpuas diri dalam upaya meningkatkan pelayanan. Malah, diakui menjadi tantangan bagi seluruh pihak terkait di Pelabuhan Makassar untuk terus berbenah guna mempertahankan rapor hijau yang telah dicapai tersebut.

Penilaian Stranas PK untuk 14 pelabuhan diketahui terbagi tiga yakni rapor merah, rapor kuning dan rapor hijau. Dalam kegiatan ini, selain Karantina Pertanian, sejumlah instansi terkait di wilayah pelabuhan turut hadir, seperti Pelindo, Karantina Ikan, Bea Cukai serta kementerian dan lembaga terkait lainnya.

Editor: Azhar

judul gambarjudul gambar

Pos terkait