Soal Wagub Pengganti Andi Sudirman, Golkar Serahkan ke Partai Pengusung

Rahman Pina. (Ist)
Rahman Pina. (Ist)
judul gambar

MANIFESTO, MAKASSAR– Fraksi Partai Golkar Sulsel angkat bicara terkait perebutan kursi wakil gubernur Sulsel pasca putusan 5 tahun gubernur nonaktif Nurdin Abdullah di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi Makassar.

Dengan putusan ini maka wakil gubernur Andi Sudirman Sulaiman akan segera ditetapkan sebagai gubernur definitif setelah menjabat sebagai pelaksana tugas selama sembilan bulan. Sekretaris Fraksi Partai Golkar Rahman Pina menegaskan, pihaknya menyerahkan sepenuhnya kepada partai pengusung untuk mengusulkan nama kandidat wagub Sulsel yang akan menjabat sampai pertengahan 2023 itu.

Bacaan Lainnya

“Fraksi Golkar tentu saja taat dengan regulasi. Ini adalah domain partai pengusung. Karena itu, Golkar tidak dalam posisi mengusulkan nama,” kata Rahman Pina, Sabtu 18 Desember 2021.

Meski demikian, posisi Fraksi Partai Golkar akan sangat strategis dalam penentuan wagub Sulsel karena selain sebagai ketua DPRD juga menjadi pemilik kursi terbanyak di DPRD Sulsel. Pasalnya, penentuan wagub Sulsel akan diputuskan lewat paripurna DPRD Sulsel.

“Kita menunggu saja usulan nama dari parpol pengusung, tentu kita akan mendukung kandidat yang memiliki kapasitas dan tentu bisa sejalan dengan pak Gubernur (Andi Sudirman),” terang Ketua Komisi D DPRD Sulsel itu.

Terkait posisi Wagub, Fraksi Golkar berpandangan, sangat dibutuhkan untuk membantu gubernur menyelesaikan semua program- program strategisnya. “Sangat penting, selain memang perintah undang undang, ini sekaligus menunjukkan jiwa besar pak Andi Sudirman untuk membangun Sulsel lebih baik dengan mengisi kursi wagub yang ditinggalkan,” ujar mantan anggota DPRD Makassar dua periode itu.

Atas dasar itu, FPG mendorong agar dengan inkrahnya putusan terhadap gubernur non aktif Nurdin Abdullah, pimpinan DPRD segera memproses penetapan wagub menjadi gubernur defenitif.

Berdasarkan mekanisme, DPRD yang akan memilih salah satu dari dua orang yang diusulkan oleh partai politik pengusung tersebut. Dalam Pasal 97 ayat (7), (8), dan (9) PP Nomor 12 Tahun 2018 dijelaskan bahwa paripurna penetapan wakil gubernur harus quorum. Jika tidak memenuhi quorum sebagaimana amanat Pasal 97 ayat 1 huruf c, maka dapat dilakukan penundaan sampai dua kali sehingga mencapai quorum sebagaimana pengaturan dalam Pasal 97 PP Nomor 12 Tahun 2018.

Selanjutnya jika setelah dua kali penundaan belum juga quorum, maka pengambilan keputusan diserahkan ke pimpinan DPRD dan pimpinan fraksi untuk melakukan musyawarah. Yang paling banyak meraup suara, dia yang terpilih.

Sebelumnya, Partai Keadilan Sejahtera (PKS) sudah mempersiapkan calon untuk mengisi jabatan Wakil Gubernur Sulsel. “Ada empat nama,” kata Ketua PKS Sulsel Amri Arsyid, Rabu beberapa waktu lalu.

Mereka adalah Ketua Fraksi PKS DPRD Sulsel Sri Rahmi, Wakil Ketua DPRD Sulsel Muzayyin Arif, Anggota TGUPP Ariadi Arsal, dan nama Amri Arsyid. Empat nama ini disebutkan sudah dikirim ke DPP untuk disetujui. Selanjutnya, DPP akan memilih satu nama nantinya untuk dirembukkan lagi bersama dua partai pengusung lainnya.

Ia menjelaskan, PKS adalah partai politik yang berkomitmen pada kemaslahatan umat dan siap mendukung tongkat estafet kepemimpinan di Sulsel. Untuk itu, PKS berpartisipasi secara aktif dalam menyiapkan Calon Wakil Gubernur Sulsel.

PDI Perjuangan Sulawesi Selatan juga sudah menetapkan legislator DPRD Sulawesi Selatan Andi Ansyari Mangkona sebagai calon Wakil Gubernur Sulawesi Selatan mendampingi Plt Gubernur Sulawesi Selatan Andi Sudirman Sulaiman yang tersisa dua tahun lagi memimpin daerah ini.

Ketua Bappilu Husain Djunaid menjelaskan , nama Ansyari di usulkan melalui hasil rapat pleno yang dilakukan PDI Perjungan di Jalan Gunung Bawakaraeng, Jumat 17 Desember 2021. Pertimbangannya Ansyari cukup mempuni menjadi pendamping Andi Sudirman.

Selanjutnya, hasil rapat pleno tersebut akan diserahkan ke DPP kemudian diserahkan ke fraksi partai lalu diserahkan ke Andi Sudirman Sulaiman. Untuk dilakukan dalam rapat paripurna di DPRD Sulawesi Selatan. ‘Hasil rapat pleno kami, usulkan nama Pak Ansyari Mangkona,”ujar mantan anggota DPRD Sulsel itu.

Sementara itu, Ketua DPW PAN, Ashabul Kahfi, menyebutkan nama anggota Fraksi PAN DPRD Sulsel, Andi Muhammad Irfan AB yang diusulkan ke DPP untuk mengisi sisa masa jabatan wakil gubernur. “Sekarang sudah digodok di DPP. Kita tunggu saja hasilnya. Ini juga sudah kami diskusikan dengan Plt Gubernur Andi Sudirman Sulaiman,” kata Kahfi.

Editor: Azhar

judul gambarjudul gambar

Pos terkait