MANIFESTO, MAKASSAR– Pasangan calon Gubernur dan Wakil Gubernur Sulsel nomor urut 02, Andi Sudirman Sulaiman dan Fatmawati Rusdi unggul telak dari survei terbaru yang dirilis Lembaga Survey Indikator.
Lembaga survei nasional yang dipimpin Prof. Burhanuddin Muhtadi MA Ph.D, merilis jika elektabilitas pasangan calon (paslon) Andi Sudirman Sulaiman-Fatmawati Rusdi (Andalan Hati) unggul dengan elektabilitas 63 persen. Sementara pesaingnya, Danny Pomanto-Azhar Arsyad (DIA) hanya memiliki elektabilitas 17 persen.
Responden yang belum menentukan pilihan sebesar 18,9 persen dan yang menyatakan diri golput atau tidak memilih sebesar 0,2 persen.
Hasil survey yang dirilis 45 hari jelang pencoblosan disambut gembira oleh kubu Andalan- Fatma. Wakil Ketua Tim Pemenangan Andalan- Fatma, Rahman Pina mengaku, hasil survey ini menunjukkan jika masyarakat sangat puas dengan kepemimpinan Andi Sudirman Sulaiman sebagai gubernur 2021- 2023.
“Dari survey ini kita lihat jika kepercayaan masyarakat terhadap kinerja yang telah ditunjukkan oleh Andi Sudirman semasa menjabat Gubernur Sulsel periode 2021-2023 sangat tinggi,” kata Rahman Pina, Sabtu 12 Oktober 2024.
Politisi Partai Golkar ini juga menegaskan, tinggi kepercayaan masyarakat ini juga sebagai jawaban jika kampanye negatif, bahkan kampanye hitam yang berisi fitnah tidak merubah persepsi masyarakat terhadap Andalan- Fatma. Masyarakat Sulsel kata dia, lebih percaya dengan karya nyata yang telah dirasakan saat Andi Sudirman menjabat.
“Di tengah kencangnya kampanye hitam yang menyerang Andalan Fatma, ternyata tak merubah persepsi maayarakat Sulsel. Malahan Andalan- Fatma makin disukai,” sambung wakil ketua sementara DPRD Sulsel itu.
Dengan keunggulan survey yang sangat jauh ini, Rahman Pina mengaku, kemenangan Andalan- Fatma semakin dekat. Meski demikian, pihaknya akan terus bergerak untuk memastikan kemenangan 27 November 2024 mendatang.
“Tanda- tanda kemenangan Andalan- Fatma makin dekat, saya kira ini kabar baik sekaligus semakin memacu semangat kita untuk terus bergerak demi memastikan kemenangan 27 November nanti,” ungkap peraih suara terbanyak di dapil Makassar B saat Pemilu 14 Februari 2024 lalu.
Lembaga Survey Indikator melakukan survey pada 26 September-3 Oktober 2024. Dalam survei ini, Indikator bertujuan memotret kecenderungan sikap dan perilaku pemilih Provinsi Sulsel dan ingin mengetahui faktor-faktor penting yang berkaitan dengan pilihan-pilihan tersebut, baik dari perspektif gender, usia, tingkat pendidikan, pekerjaan, penghasilan, preferensi agama, afiliasi ormas dan preferensi suku dan lain-lain.
Di samping itu, survei ini juga mencoba melakukan pemetaan popularitas, akseptabilitas serta elektabilitas paslon yang ikut berkompetisi dalam kontestasi Pilgub Sulsel.
Dalam survei terkait Top of Mind Calon Gubernur Sulsel, nama Andi Sudirman Sulaiman berada di puncak dengan 32,3 persen. Danny Pomanto 10,8 persen. Kemudian Fatmawati Rusdi 2,7 persen, Azhar Arsyad 0,2 persen, Andi Darmawan Aras 0,2 persen, Nurdin Abdullah 0,1 persen. Sedangkan yang tidak menjawab ada 53,8 persen.
Pada simulasi 4 nama calon, Andi Sudirman jauh unggul dengan elektabilitas 50,7 persen. Disusul Danny Pomanto 14,9 persen, Fatmawati Rusdi 7,2 persen dan Azhar Arsyad 1,4 persen. Sedang yang belum menjawab sebesar 25,3 persen.
Di simulasi 2 nama calon, Andi Sudirman melejit dengan elektabilitas 59,4 persen. Naik sebesar 13,1 persen dibanding survei sebelumnya yang digelar bulan Juli 2024, sebesar 46,3 persen. Sedangkan Danny Pomanto yang naik hanya sebesar 8,2 persen dengan memperoleh elektabilitas 17,8 persen.
Dalam survei tingkat kesukaan (akseptabiltas), paslon Andi Sudirman-Fatma (Andalan Hati) kembali mendominasi dengan 79,1 persen dan 80,7 persen, sementara pasangan Danny-Arsyad (DIA) 60,4 persen dan 62,1 persen,
Survei Indikator juga memotret basis pemilih kuat dan lemah setiap paslon. Hasilnya, paslon Andi Sudirman-Fatma memiliki basis pemilih kuat yang signifikan, yakni sebesar 63,1 persen. Sedang Danny-Azhar sebesar 58,9 persen.
Sementara itu, survei ini juga tercatat bahwa jumlah pemilih yang tidak lagi akan mengubah pilihannya sebesar 62,2 persen. Sedang pemilih masih bisa mengubah pilihannya sebesar 34,7 persen. Dengan demikian, mayoritas pemilih di Sulsel sudah mantap dengan pilihan masing-masing.
Editor: Azhar



