MANIFESTO, SINJAI — Cuaca esktrem yang melanda perairan Sinjai sejak sepekan terakhir membuat hasil tangkapan para nelayan merosot. Dampaknya harga ikan di pasaran melambung.
Berdasarkan pantauan di sejumlah pasar tradisional Sinjai pada Sabtu (30/1), kenaikan harga ikan beragam.
Salah seorang pedagang ikan di Pasar Sentral Sinjai, Abdul Azis, mengakui ombak di perairan cukup tinggi membuat hasil tangkapan nelayan jauh berkurang sehingga berdampak harga ikan juga jauh meningkat.
“Harga ikan cakalang ukuran besar normalnya Rp30.000 per ekor, sekarang naik menjadi Rp50.000 per ekor pak. Kalau harga ikan mahal, ya kurang pembeli,” keluh dia, dilansir dari laman resmi Pemkab Sinjai.
Tidak berbeda jauh dengan apa yang diungkapkan oleh Mustiani pedagang ikan lainnya. Tidak menentunya cuaca dalam sepekan terakhir tidak saja berdampak pada aktivitas para nelayan, tetapi juga ikut dirasakan masyarakat akibat mahalnya harga ikan di pasaran.
Harga ikan yang dijualnya seperti ikan lajang yang normalnya dibeli dari nelayan seharga Rp700.000 hingga Rp800.000 per keranjang, sekarang harganya di atas Rp 1 juta per keranjang.
Ikan kakap merah ukuran besar dari harga Rp50.000 per ekor, kini naik dua kali lipat menjadi Rp100.000 per ekor. Kemudian Ikan tenggiri sebelumnya Rp15.000 sekarang melambung jadi Rp25.000 per ekor.
“Karena tangkapan sedikit, maka harga mau tidak mau jadi naik sehingga pembeli juga berkurang,” ujarnya.
Menurutnya, kondisi harga ikan akan kembali normal jika kondisi cuaca sudah membaik.



