MANIFESTO, MAKASSAR– Ketua DPD I Partai Golkar Sulsel terpilih Taufan Pawe menegaskan, saat ini draft kepengurusan Partai Golkar Sulsel periode 2020- 2025 sudah berada di meja Ketua Umum DPP Partai Golkar Airlangga Hartarto.
Saat ini, pihaknya tengah menunggu penerbitan SK kepengurusan dari DPP Partai Golkar. Taufan mengaku, pihaknya menyerahkan draft kepengurusan kepada DPP Golkar karena sudah selesai di tingkatan formatur.
“Draf kepengurusan sadah ada di meja Ketum (Airlangga Hartarto),” kata Taufan Pawe kepada Manifesto, Selasa 25 Agustus 2020 malam.
Ia pun heran dengan manuver yang dilakukan oleh ketiga formatur yang menggelar rapat perampungan pengurus di kantor DPD I Partai Golkar Sulsel. Padahal, formatur telah merampungkan draft kepengurusan yang selanjutnya diserahkan kepada DPP Partai Golkar.
“Draft kepengurusan sudah rampung, kenapa mesti ada lagi langkah inprosedural?” tanya Taufan yang juga Walikota Parepare itu.
Dari bocoran draft pengurus yang diajukan Taufan Pawe ke DPP Partai Golkar, sekretaris ditempati Ashary Sirajuddin dan ketua harian dijabat oleh Ketua DPRD Sulsel, Ina Kartika Sari.
Seperti berita sebelumnya, tiga formatur menolak draft usulan Taufan Pawe yang diajukan ke DPP. Tiga formatur yang diketahui sebagai loyalis mantan Ketua DPD Partai Golkar Sulsel Nurdin Halid pun melawan. Dikabarkan ketiga formatur itu menginginkan Kadir Halid sebagai sekretaris dan Arfandy Idris sebagai ketua harian.
Tiga formatur masing- masing, Abdilah Natsir, Farouk M Betta, dan Imran Tenri Tata Amin Syam pun menggelar rapat formatur perampungkan kepengurusan GolkarSulsel periode 2020- 2025 tanpa melibatkan Taufan Pawe dan formatur dari DPP, Muhiddin M Said.
Usai menggelar rapat, Abdillah Natsir mengatakan, pihaknya melakukan inisiasi rapat formatur untuk merampungkan kepengurusan. Pasalnya, kepengurusan harus dirampungkan paling lambat 7 hari pasca Musda Golkar Sulsel 6 Agustus 2020.
“Kami inisiatif melaksanakan rapat formatur dengan menyusun struktur, mengingat jadwal yang ditetapkan Musda ke-10 yaitu 7 hari sudah terlampaui jauh, saat ini sudah masuk hari ke-17 setelah Musda Golkar,” kata Abdillah Nasir, Selasa 25 Agustus 2020.
Ia menegaskan, jika rapat yang digelar merupakan rapat resmi dan dinyatakan quorum karena dihadiri tiga dari lima formatur, meski tak dihadiri Ketua Formatur Taufan Pawe dan Muhiddin M Said. Mantan Sekretaris Golkar Sulsel itu mengaku, telah mengundang keduanya untuk hadir dalam rapat perampungan kepengurusan Partai Golkar Sulsel itu.
“Adapun jumlah struktur kepengurusan sebanyak 147 orang, 39 persen diisi oleh kader perempuan. Inilah nantinya kita bawa ke DPP untuk di SK kan,” pungkasnya.
Penulis: Fadli Ramadhan



