TKD Sulsel Besok di Bulukumba, Dibuka Langsung Ketua Umum Karang Taruna

Plt Ketua Karang Taruna Sulsel Budhy Setiawan. (Ist)
Plt Ketua Karang Taruna Sulsel Budhy Setiawan. (Ist)

MANIFESTO, MAKASSAR– Karang Taruna Sulsel akan menggelar Temu Karya Daerah (TKD) di Kawasan Wisata Bira, Kecamatan Bontobahari, Bulukumba, Jumat- Sabtu/27-28 Agustus 2021.

TKD akan dibuka langsung oleh Ketua Umum Karang Taruna Nasional Didik Mukrianto bersama Plt Ketua Karang Taruna Sulsel Budhy Setiawan. Kehadiran Ketum Karang Taruna Nasional mempertegas keabsahan TKD yang akan digelar selama dua hari itu.

Bacaan Lainnya

“Ketua umum akan hadir membuka TKD secara virtual, karena kebetulan saat ini lagi ada acara di daerah pemilihannya di Bojonegoro,” kata Sekretaris Jenderal Karang Taruna Nasional, Deden Sirajuddin, kepada wartawan di salah satu kafe di Makassar, Kamis 26 Agustus 2021.

Sementara Plt Ketua Karang Taruna Sulsel, Budhy Setiawan, menjelaskan pelaksanaan TKD di Bulukumba sudah sesuai dengan Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga (AD/ART) 2020. TKD di Bulukumba juga telah disetujui oleh pengurus Karang Taruna Nasional yang menegaskan jika musyawarah tertinggi di Karang Taruna Sulsel itu legal.

“Proses verifikasi peserta temu karya di Bulukumba telah selesai. Landasan pelakaanaannya jelas. Ada persetujuan Karang Taruna Nasional jadi TKD ini sah dan legal. Sudah sesuai dengan AD/ART organisasi dan hasil Temu Karya Nasional 2020 di Bogor,” terang Budhy yang juga Wakil Ketua Umum Karang Taruna Nasional.

Menurut Budhy, pelaksanaan TKD yang disetujui dan mendapat pengakuan dari Karang Taruna Nasional adalah temu karya yang digelar oleh karekater sesuai surat keputusan (SK) dari pengurus nasional.

Sekjen Karang Taruna Nasional Deden Sirajuddin menggelar pertemuan menjelang Temu Karya Daerah Karang Taruna Sulsel, Kamis 26 Agustus 2021. (Ist)
Sekjen Karang Taruna Nasional Deden Sirajuddin menggelar pertemuan menjelang Temu Karya Daerah Karang Taruna Sulsel, Kamis 26 Agustus 2021. (Ist)

“Pada rapat pleno di bulan Maret 2021, diputuskan oleh pengurus nasional kalau Sulsel ini ditunjuk karetaker. Jadi kalau ada temu karya yang digelar bukan oleh karetaker, maka itu ilegal. Tidak sah dan tidak mendapat persetujuan dari pengurus pusat,” terang Budhy Setiawan.

Disinggung soal pelaksanaan temu karya sebelumnya yang menunjuk Ketua DPRD Sulsel Andi Ina Kartika sebagai ketua Karang Taruna Sulsel, Budhy menegaskan hasil temu karya itu tidak sah. “Karena forum temu karyanya tidak sah, jadi hasilnya tidak sah juga,” ungkapnya.

Terkait dengan penunjukan karetaker ketua Karang Taruna Sulsel, menurut Budhy, telah pula disampaikan ke Dinas Sosial Pemprov Sulsel. Termasuk di antaranya pelaksanaan temu karya yang akan digelar di bawah koordinasi karetaker. “Tapi, ada oknum yang dengan sengaja melabrak AD/ART dan memaksa menggelar forum temu karya,” ujar Budhy.

Namun, Budhy menyebutkan, Karang Taruna sebagai organisasi sosial tetap terbuka untuk semua kalangan. Termasuk bagi pihak-pihak yang telah melabrak AD/ART.

Terpisah, Steering Committee Temu Karya Karang Taruna Sulsel di Bulukumba, Muhammad Iqbal Djalil, menyebutkan kalau pelaksanaan temu karya ini juga ajang silaturahmi untuk semua insan Karang Taruna di Sulsel.

“Karang Taruna ini organisasi sosial, jadi kerja-kerja sosial menjadi fokus. Tidak terikat dengan afiliasi politik manapun, tidak ada faksi dan kelompok. Tidak ada kepentingan politik. Jadi kami harap, temu karya ini menjadi ajang untuk semua insan Karang Taruna menjalin silaturahmi,” papar Iqbal Djalil.

Editor: Azhar

Pos terkait