Tolak Dualisme, Puluhan OKP di Makassar Sebut Musda KNPI di Novotel Ilegal

Puluhan pimpinan OKP di Makassar menggelar konsolidasi di kantor KNPI Makassar, Sabtu 12 Juni 2021 malam. (Ist)
Puluhan pimpinan OKP di Makassar menggelar konsolidasi di kantor KNPI Makassar, Sabtu 12 Juni 2021 malam. (Ist)
judul gambar

MANIFESTO, MAKASSAR – Puluhan Ketua Organisasi Kemasyarakatan Pemuda (OKP) dan Dewan Pengurus Kecamatan (DPK) yang berhimpun di DPD KNPI Kota Makassar, menyebut musda yang digelar di Hotel Novotel Makassar, Sabtu 12 Juni 2021 ilegal.

Mereka menganggap musda yang digelar di bawah kepemimpinan Putri Utami Muis tersebut tidak sesuai dengan aturan organisasi. Pimpinan OKP dan DPK ini sekaligus menegaskan, kepengurusan KNPI Makassar yang sah, adalah hasil Musda yang digelar di Hotel Grand Asia pada 11-12 April 2021 yang menetapkan Hasrul Kaharuddin sebagai Ketua KNPI Kota Makassar.

Bacaan Lainnya

“Kami pimpinan Pemuda Muhammadiyah Makassar dan Angkatan Muda Muhammadiyah Makassar, solid tidak menghadiri Musda di sebelah. Saya kira, kehadiran OKP pada Musda kemarin itu, sudah menjadi legitimasi bahwa yang sah adalah kepemimpinan Bung Ketua Hasrul Kaharuddin,” tegas perwakilan OKP dari Pemuda Muhammadiyah Makassar dalam acara silaturahmi di Sekretariat KNPI
Makassar, Jalan AP Pettarani, Sabtu (12/6/2021) malam.

Hal senada juga disampaikan Ketua Al Washliyah Makassar, Musyawir. Pada Musda KNPI Kota Makassar di Grand Asia, menjadi momentum seluruh OKP dan DPK sepakat
tidak ada lagi dualisme di tubuh KNPI Makassar.

“KNPI di bawah Ketua Bang Arul (Hasrul Kaharuddin) adalah yang sah di mata hukum. Saya berpesan, tidak usah menanggapi sakit hati teman-teman di sebelah, itu bagi kita
membuang energi. Kita anggap saja itu angin lalu. Mari kita merajut kembali KNPI yang dipimpin Bung Arul,” ujar Musyawir.

Sementara itu, Ketua KNPI Kota Makassar Hasrul Kaharuddin membeberkan, terdapat 18
OKP dan 6 DPK yang menghadiri Musda di Novotel Hotel malam ini.

“Kita sudah identifikasi dan mengantongi OKP-OKP yang terlibat di Musda Novotel dan OKP-OKP tersebut kita pastikan tidak mempunyai SK (rekomendasi sebagai
utusan OKP),” ujar Arul.

Dia menyampaikan, pelaksanaan Musda KNPI Kota Makassar di Grand Asia hotel, sudah sesuai mekanisme dan aturan organisasi. Hal itu yang menjadi pertimbangan Pemkot Makassar, untuk mengakui dan mengakomodir kepengurusan KNPI di bawah kendali Hasrul Kaharuddin.

“Kehadiran Kesbangpol dan Dispora Kota Makassar di Rumah Pemuda Makassar beberapa hari yang lalu, itu menjadi bukti bahwa kita yang sah. Bahkan kita diminta agar segera mendaftarkan kepengurusan di Kesbangpol Makassar,” tambahnya.

Soal struktur kepengurusan KNPI Makassar kata dia, beberapa hari kedepan sudah akan rampung. Selanjutnya akan segera diserahkan ke Kesbangpol dan DPD KNPI Sulsel.

“Struktur kepengurusan saya ada 250 orang. Kenapa gemuk, dengan kondisi KNPI hari ini, bahwa niat saya tidak ingin mengecewakan salah satu OKP di Makassar. Makanya saya
mengambil kebijakan untuk merangkul semua OKP di Makassar,” pungkasnya.

Ketua Bidang Organisasi DPD KNPI Sulsel, Imran Yusuf yang hadir pada acara silaturahmi tersebut mengatakan, Musda KNPI Kota Makassar di Grand Asia hotel, sah dan tidak ada cacat mekanisme organisasi.

Imran mengatakan, mantan Ketua KNPI Kota Makassar, Christopher Aviary sudah menggelar Musda yang berjalan sesuai dengan mekanisme kerja organisasi yang berlaku.

“Yang pasti, saya selaku Ketua Komisi Organisasi, menyampaikan secara tegas, bahwa Musda KNPI yang dilaksanakan pada tanggal 9 April 2021 sudah berjalan sesuai
dengan mekanisme kerja organisasi yang berlaku,” ungkapnya.

Imran berharap, seluruh OKP dan DPK yang berhimpun dibawah kepemimpinan Hasrul Kaharuddin, untuk fokus menjelang pelantikan. Tidak ikut terpancing dengan
Musda tandingan yang digelar di Novotel Hotel malam ini.

“Jadi kalau ada yang mengatasnamakan KNPI, namun OKP-nya tidak jelas, jumlahnya
juga agak samar-samar, saya harap tidak perlu dibesar-besarkan,” tambah Imran.

Dia berharap, Hasrul Kaharuddin untuk segera memasukkan dokumen hasil pelaksanaan Musda, serta struktur kepengurusan. Agar KNPI Sulsel bisa segera menerbitkan SK, untuk kemudian dilakukan pelantikan.

“Jikalaupun ada kelompok-kelompok kepemudaan yang mengatasnamakan KNPI Kota Makassar, selain dibawah kepemimpinan Bung Hasrul Kaharuddin, maka kami tidak menganggap dan tidak mengakui itu sebagai wadah berhimpun kepemudaan yang sah secara de facto dan de jure,” pungkasnya.

Sekadar informasi, Musda versi Putri Utami Muis, dilaksanakan di Novotel Hotel Makassar, Sabtu (12/6/2021). Dalam Musda ini, Aiman Adnan ditetapkan sebagai Ketua KNPI Makassar.

Editor: Azhar

judul gambarjudul gambar

Pos terkait