MANIFESTO, MAKASSAR – Pasangan bakal calon Walikota dan Wakil Walikota Munafri Arifuddin-Abdul Rahman Bando (Appi- Rahman) menghelat deklarasi untuk bertarung di Pilwali Makassar 2020.
Pasangan Appi- Rahman menjadi kandidat pertama yang menyatakan maju bertarung dan menggelar deklarasi. Pasangan berlatarbelakang pengusaha- birokrat ini diusung oleh Partai Demokrat, Partai Persatuan Pembangunan (PPP), dan Perindo.
Kegiatan tersebut dilangsungkan di Hotel Aryaduta, Jalan Penghibur Makassar, Jumat 21 Agustus 2020 malam. Acara sakral itu dihadiri elit parpol pengusung, sejumlah tim dan relawan pemenangan Appi- Rahman.
Dalam pidato politiknya, Appi menyinggung kepemimpinan walikota sebelumnya yang dinilai gagal. Ia menegaskan, selama lima tahun terakhir, pemerintahan Kota Makassar tidak berjalan sesuai janji dan rencana oleh walikota sebelumnya.
“Kita tidak mau Makassar dengan program seolah-olah smart city tapi masih banyak yang tidak jalan. Program seolah-olah sombere tapi tidak tepat sasaran, program yang katanya tangkasa’ tapi mangkrak di tengah jalan,” ujar Appi disambut riuh oleh seluruh tamu yang hadir.
Ke depan, dirinya bersama Abdul Rahman Bando telah menyiapkan berbagai program dalam visi-misi untuk membawa Kota Makassar keluar dari keterpurukan, apalagi di tengah pandemi Covid-19 yang melanda sektor ekonomi.
“Saya akan bekerja sama dengan berbagai pihak terutama bekerja sama dan ikut arahan oleh Bapak Gubernur untuk memajukan Makassar yang sejahtera. Makassar bangkit untuk kita semua,” tegasnya.
Selain itu, Appi juga menyampaikan terima kasih kepada parpol yang mengusung dirinya bersama Rahman Bando atas kepercayaan sebagai kendaraan politik di Pilwali Makassar tahun ini.
“Saya tidak bisa bekerja cuman berdua, tapi seluruh warga Makassar harus bersama-sama dengan kita bergandengan tangan untuk membawa Makassar jauh lebih baik daripada hari ini,” pungkasnya.
Sekadar diketahui, ini kali kedua Appi mencoba peruntungan di Pilwali Makassar. Appi sebelumnya telah bertarung di Pilwali Makassar 2018. Namun, Appi yang berpasangan dengan Andi Rachmatika Dewi kala itu harus tumbang berhadapan dengan kotak kosong.
Penulis: Fadli Ramadhan



