Tolak Bahas APBDP, Karaeng Polongbangkeng Sebut DPRD Korbankan Kepentingan Rakyat

Mantan Wabup Takalar Makmur A Sadda kecewa dengan sikap DPRD Takalar yang menolak membahas APBD Perubahan 2020. (Int)
Mantan Wabup Takalar Makmur A Sadda kecewa dengan sikap DPRD Takalar yang menolak membahas APBD Perubahan 2020. (Int)

MANIFESTO, TAKALAR–  Penolakan DPRD Takalar membahas Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Perubahan 2020 memunculkan kekecewaan dari tokoh masyarakat Takalar.

Dengan penolakan ini semakin membuktikan jika anggota DPRD Takalar hanya memikirkan dirinya sendiri. Apalagi, keengganan membahas APBD tanpa disertai alasan yang jelas dan cenderung mengada- ada. Padahal, selain membuat perda dan pengawasan, anggota DPRD juga memiliki fungsi untuk membahas anggaran.   

Bacaan Lainnya

“Menolak membahas APBDP tanpa alasan yang jelas ini tentu mengecewakan masyarakat dan ini menggambarkan karakter anggota DPRD saat ini yang hanya memikirkan dirinya, kalau mereka mengatakan atas nama rakyat, saya kira itu hanya di lisan saja,” kata mantan Wakil Bupati Takalar Makmur Andi Sadda kepada wartawan, Kamis 1 Oktober 2020.   

Tanpa pembahasan APBDP, maka sejumlah program pemerintah yang bersentuhan langsung dengan masyarakat tidak akan berjalan. Apalagi kata Makmur, sinkronisasi anggaran pasca sebagian besar anggaran dialihkan untuk penanganan Covid 19 sangat dibutuhkan.

“Pembahasan APBDP ini sangat penting untuk penyelerasan, kalau tidak dibahas, maka sejumlah program unggulan pemerintah yang bersentuhan dengan masyarakat tentu tidak bisa dijalankan, saya kira wajarlah masyarakat kalau marah sama DPRD,” tegas Karaeng Polombangkeng itu.    

Ia pun meminta kepada legislator untuk instrokpeksi diri agar lebih peka dengan kepentingan rakyat. Harusnya kata dia, kepentingan rakyat harus dikedepankan di atas kepentingan pribadi.

“Kalau mau interlepasi silahkan, tapi jangan korbankan rakyat, jangan rakyat dijadikan bargaining untuk memenuhi kepentingan personal anggota Dewan,” ungkap tokoh yang akrab disapa Puang Mu itu.

Dari informasi yang dihimpun sejumlah program dipastikan tidak berjalan di antaranya, sebagian kegiatan pembangunan infrastruktur jalan, sebagian pembangunan infrastruktur pertanian, sebagian infrastruktur perikanan, sebagian kegiatan pendidikan dan perpustakaan, pembangunan pasar, infrastruktur kebersihan dan pertamanan, dan kegiatan di bidang kesehatan juga dipastikan akan terhambat.

Editor: Azhar

Pos terkait