MANIFESTO, TAKALAR – Ekspor komoditas porang asal Provinsi Sulawesi Selatan (Sulsel) ke China diharapkan terus berkesinambungan. Terlebih, komoditas sektor pertanian ini dinilai mampu meningkatkan kesejahteraan petani.
Hal itu disampaikan oleh Kepala Karantina Pertanian Makassar, Lutfie Natsir, saat melakukan kunjungan ke parik milik PT IAS di Kabupaten Takalar. Kunjungan ini sebagai upaya mendukung percepatan ekspor sekaligus supervisi atas dibukanya kembali ekspor porang ke China.
Dalam kunjungan ini, Lutfie tampak didampingi sejumlah pejabat Karantina Pertanian Makassar. Mereka melakukan monitoring di IKT PT IAS sebelum diberangkatkan ke China.
Sekadar diketahui, PT IAS merupakan salah satu perusahaan yang mendapatkan rekomendasi tahap pertama yang diajukan Badan Karantina Pertanian kepada General Administration of Customs of The People’s Republic of China (GACC).
“Kami terus melakukan monitoring terhadap keberlangsungan ekspor porang ini, sehingga dapat kita pantau bagaimana ekspor porang yang dilakukan PT IAS. Dari hasil monitoring kita pada hari ini, porangnya cukup untuk kesinambungan ekspor di Sulsel,” kata Lutfie, Senin (12/9/2022).
Ia juga menyebut harga porang di pasaran ekspor terbilang sangat menjanjikan. Terhitung sejak dibukanya kembali keran ekspor ke Negeri Ginseng, harga porang dilaporkan terus mengalami peningkatan.
“Begitupun dengan harga, saat ini harga porang di Sulsel relatif cukup signifikan dan representatif, ya mengalami peningkatan semenjak dibukanya keran ekspor porang ke China,” ujar mantan Kepala Inspektorat Provinsi Sulsel itu.
Dengan kembali dibukanya ekspor porang, Lutfie berharap dapat membangkitkan kembali geliat ekspor di Sulsel. Dengan kembalinya geliat ekspor ini juga diharapkan dapat membantu perekonomian para petani porang.
Adapun Provinsi Sulsel diketahui mendapatkan alokasi kegiatan porang seluas 20 hektare yang tersebar di 11 kabupaten. Dalam beberapa tahun terakhir, petani di sejumlah daerah lingkup Sulsel sangat antusias menanam porang untuk diekspor karena harganya menjanjikan.
Salah satu daerah penghasil porang di Sulsel adalah Gowa. Rentang Januari-Agustus 2021, Gowa berhasil mengekspor 28.266 ton umbi porang dengan negara tujuan China.
Kabid Tanaman Pangan Dinas Tanaman Pangan dan Holtikultura Kabupaten Gowa, Nurlyah Djamir, sebelumnya menyebut Gowa termasuk yang memiliki potensial tanaman porang yang tinggi dengan lahan yang cukup luas. Sedikitnya, pada tahun lalu saja sudah ada 8 kecamatan di Gowa sebagai penghasil porang terbaik.
“Jadi ada 8 kecamatan yang produksi porangnya sejak 5 tahun terakhir ini sudah mulai tinggi. Dari kecamatan-kecamatan itulah sumber ekspor Umbi Porang terbesar di Kabupaten Gowa,” tuturnya.
Editor: Azhar


