Bupati Takalar Daeng Manye Ingin Penguatan Inventaris Aset Daerah Lewat Digitalisasi

MANIFESTO, MAKASSAR – Pemerintah Kabupaten Takalar menggelar Rapat sebagai tindak lanjut temuan Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) atas Efektivitas Manajemen Aset di Hotel Mercure Makassar Nexa Pettarani, Jumat, 13 Februari.

Agenda pertemuan dimulai sekitar pukul 15.30 Wita, dan akan berlangsung hingga tiga hari ke depan. Lokasi kegiatan berada di Jl AP Pettarani No.4, Kecamatan Rappocini, Kota Makassar, yang lokasinya tidak jauh dari Kantor BPK RI Perwakilan Sulawesi Selatan.

Bacaan Lainnya

Peserta rapat terdiri dari para Kepala OPD dan Camat se-Kabupaten Takalar. Bupati Takalar Mohammad Firdaus Daeng Manye hadir memimpin pertemuan mengenakan kemeja putih dan celana hitam.

Dalam sambutannya, Daeng Manye menekankan pentingnya transformasi digital dalam pengelolaan aset daerah.

“Kalau bisa, manajemen aset kita ke depan berbasis online. Semua data diinput, diunggah, dan diverifikasi dalam satu sistem,” ujar Daeng Manye.

Daeng Manye mencontohkan pengalaman kerjanya sebelumnya yang telah menerapkan sistem berbasis aplikasi untuk setiap kegiatan.

“Dulu setiap workshop dibuatkan website khusus, sehingga progres pekerjaan bisa dipantau berapa persen sudah selesai,” kata Daeng Manye.

Menurutnya, pola kerja digital memungkinkan pelacakan data lebih cepat dan akurat. Ia menilai sistem manual menyulitkan proses tracking dokumen serta berisiko kehilangan arsip.

“Kalau sudah berbasis aplikasi atau website, di mana pun ada internet, pekerjaan bisa selesai,” jelas Daeng Manye.

Ia juga mengaitkan digitalisasi dengan fleksibilitas pola kerja modern. “Kita tidak bisa bicara WFH kalau sistemnya belum online. Semua harus berbasis digital,” tegas Daeng Manye.

Editor: Azhar

Pos terkait